Home
Login.
Artikelilmiahs
47212
Update
IIS AYUNINGSIH
NIM
Judul Artikel
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAPPELAKSANAAN GUSARAN DI DESA SUKACITA KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi masyarakat Desa Sukacita terhadap pelaksanaan gusaran. Gusaran merupakan tradisi mengikir gigi anak perempuan yang dilakukan untuk menandai peralihan masa anak-anak ke masa dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat masyarakat yang memiliki pemaknaan terhadap persepsi yang beragam sehingga ada sebagian kelompok masyarakat yang masih melaksanakan dan ada juga yang tidak. Sebagian masyarakat masih melaksanakan gusaran karena menganggap bahwa gusaran merupakan tradisi turun-temurun yang sudah ada dari zaman nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang. Sementara, sebagian masyarakat menganggap bahwa gusaran sudah tidak lagi relevan di era modernisasi seperti saat ini karena terdapat perubahan pola pikir pada masyarakat yang sudah tidak lagi percaya akan mitos yang ada.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to describe the perceptions of the Sukacita Village community regarding the implementation of gusaran. Gusaran is a tradition of filing girls' teeth to mark the transition from childhood to adulthood. This research uses qualitative methods. Data collection methods include observation, interviews and documentation. The sampling technique uses purposive sampling. Data analysis techniques use interactive analysis methods including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that there are people who have various meanings regarding perceptions so that there are some community groups who still implement them and there are also those who do not. Some people still carry out gusaran because they think that gusaran is a hereditary tradition that has existed since the time of their ancestors which must be guarded and preserved so that it does not disappear. Meanwhile, some people think that anger is no longer relevant in the current era of modernization because there has been a change in mindset among people who no longer believe in existing myths.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save