Home
Login.
Artikelilmiahs
47172
Update
FARAH FADHILANISA
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Status Hara P dan Serapannya pada Tanaman Padi Sawah di Wilayah DAS Serayu Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Fosfor (P) merupakan unsur penting yang dibutuhkan dalam budidaya tanaman padi. Padi sebagai makanan pokok masyarakat dibutuhkan dalam jumlah banyak dan permintaan yang turut tinggi sepanjang tahun. Penelitian ini meneliti unsur P yang ada di lahan sawah dan serapannya di organ tanaman untuk mendapatkan rekomendasi pemupukan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah irigasi wilayah DAS Serayu, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2023 hingga Juli 2024. Penentuan lokasi titik sampel berdasarkan peta satuan lahan homogen (SLH), kemudian menggunakan metode transek. Pengambilan tanah menggunakan alat bor tanah dilakukan di kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm. Status hara P-tersedia tanah di Kecamatan Ajibarang didominasi oleh harkat sedang dengan rerata nilai P tersedia tanah pada kedalaman 0-25 cm adalah 12,36 ppm P2O5 sedangkan pada kedalaman tanah 25-50 cm adalah 11,91 ppm P2O5. Hasil korelasi antara P tersedia tanah dan hasil tanaman tidak signifikan dengan angka (r = 0,238) dengan tingkat hubungan korelasi adalah lemah. Rekomendasi pemupukan P yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar P2O5 tanah sampai pada harkat tinggi di wilayah Kecamatan Ajibarang adalah 15,6 kg P2O5/ha dengan dosis aplikasi pupuk SP-36 sebesar 43,3 kg/ha atau dosis pupuk TSP sebesar 34,7 kg/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Phosphorus (P) is an essential element needed in rice plant cultivation. Rice, as a staple food for the community, is required in large quantities with high demand throughout the year. This research examines the P element present in the rice fields and its absorption in plant organs to determine fertilization recommendations. This research was conducted in the irrigated rice fields of the Serayu River Basin area, Ajibarang District, Banyumas Regency, and in the Soil and Land Resource Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The research was conducted from December 2023 to July 2024. The determination of sample point locations is based on the homogeneous land unit (HLU) map, and then the transect method. Soil sampling using a soil auger was conducted at depths of 0-25 cm and 25-50 cm. The status of available soil P in Ajibarang District is dominated by moderate levels, with an average soil available P value at a depth of 0-25 cm being 12.36 ppm P2O5, while at a depth of 25-50 cm is 11.91 ppm P2O5. The correlation results between soil available P and crop yield are not significant with a value of (r = 0.238), indicating a weak correlation. The recommended P fertilization needed to increase the P2O5 content of the soil to a high level in the Ajibarang District area is 15.6 kg P2O5/ha, with an application dose of SP-36 fertilizer at 43.3 kg/ha or TSP fertilizer at 34.7 kg/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save