Home
Login.
Artikelilmiahs
46938
Update
ADE IRMA SANDRA KUSUMA
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Sistem Informasi dan Manajemen Pertanahan di Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Evaluasi Sistem Informasi Dan Manajemen Pertanahan Di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem informasi dalam pengelolaan data pertanahan, serta bagaimana sistem ini mendukung pelayanan kepada masyarakat. Dalam konteks ini, sistem informasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi dalam pengelolaan data pertanahan, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi terkait kepemilikan dan penggunaan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana sistem informasi pertanahan yang ada dapat memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam pengelolaan sumber daya tanah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan kendala yang dihadapi dalam implementasi sistem informasi serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Dalam prosesnya, wawancara dengan pegawai di Kantor Pertanahan menunjukkan bahwa sistem informasi telah memberikan kemudahan dalam pelayanan, meskipun masih ada beberapa kendala terkait pengarsipan dan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi pertanahan di Kabupaten Banyumas telah mengalami perkembangan yang signifikan dan memberikan dampak positif dalam pelayanan publik. Pegawai mengakui bahwa sistem ini membantu mengurangi human error dan mempercepat proses pendaftaran tanah. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil, yang mengakibatkan kurangnya pemahaman tentang penggunaan sistem. Selain itu, meskipun data yang dihasilkan umumnya akurat, masih ada kendala dalam pembaruan data dan kesalahan input yang perlu diperbaiki. Rekomendasi yang diusulkan mencakup peningkatan pelatihan bagi pegawai, sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat, serta penguatan sistem informasi agar lebih terintegrasi dan mudah diakses.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The title of this research is "Evaluation of Information Systems and Land Management at the Banyumas District Land Office." This study aims to analyze the effectiveness of information systems in managing land data, as well as how this system supports public services. In this context, the information system is expected to enhance transparency, efficiency, and accuracy in land data management while providing easy access for the community to obtain information related to land ownership and usage. The purpose of this research is to evaluate the extent to which the existing land information system can meet the needs of public service and support accurate decision-making in land resource management. Additionally, this study aims to identify the challenges and obstacles faced in the implementation of the information system and to provide recommendations for future improvements. The method used in this research is qualitative. Informants were selected using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection was conducted through interviews, documentation, and observation. The data analysis method employed is interactive analysis. Throughout the process, interviews with employees at the Land Office indicated that the information system has facilitated service delivery, although there are still some challenges related to filing and socialization to the public. The results of the study show that the land information system in Banyumas District has undergone significant development and has had a positive impact on public services. Employees acknowledge that this system helps reduce human error and speeds up the land registration process. However, there are still challenges in socializing the system to the community, particularly in remote areas, which leads to a lack of understanding of how to use the system. Furthermore, although the data generated is generally accurate, there are still issues with data updates and input errors that need to be addressed. The proposed recommendations include enhancing training for employees, intensifying socialization efforts for the community, and strengthening the information system to be more integrated and accessible.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save