Home
Login.
Artikelilmiahs
46856
Update
SAHILA HIKMATUL MAULA
NIM
Judul Artikel
PERANCANGAN FITUR DETEKSI PENETASAN TELUR MENGGUNAKAN RTC DS3231 DAN RFID TAG UNTUK MENGOPTIMALKAN KINERJA SISTEM INKUBATOR OTOMATIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sektor peternakan di Indonesia terus berkembang, namun proses inkubasi telur masih menghadapi kendala dalam menjaga kondisi optimal akibat keterbatasan pengawasan peternak. Penelitian ini bertujuan merancang inkubator otomatis berbasis IoT dengan fitur-fitur tambahan seperti RTC DS3231 untuk pencatatan waktu, RFID untuk identifikasi telur, sensor mikrofon untuk mendeteksi suara retakan cangkang, serta DHT11 untuk pemantauan suhu dan kelembapan. Sistem ini diintegrasikan dengan Thinger.io, memungkinkan pemantauan dan pengendalian real-time secara jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mencatat data dengan akurasi tinggi, memantau suhu dalam kisaran 36–38°C dan kelembapan 55–68%, serta mendeteksi suara awal penetasan dengan sensitivitas 85–100%. RFID berhasil mengidentifikasi telur secara unik dengan jangkauan pembacaan hingga 3 cm. Mekanisme rotasi rak telur memastikan distribusi suhu dan kelembapan merata, mendukung keberhasilan penetasan. Sistem ini memberikan manfaat signifikan bagi peternak, seperti efisiensi waktu, peningkatan keberhasilan penetasan, dan pengurangan risiko kegagalan akibat kesalahan manusia. Dengan teknologi ini, diharapkan industri peternakan unggas di Indonesia dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The livestock sector in Indonesia continues to grow, but the egg incubation process still faces challenges in maintaining optimal conditions due to the limited supervision of farmers. This research aims to design an IoT-based automatic incubator with additional features such as RTC DS3231 for time recording, RFID for egg identification, a microphone sensor to detect shell cracking sounds, and DHT11 for temperature and humidity monitoring. This system is integrated with Thinger.io, enabling real-time remote monitoring and control. Test results show that the system is capable of recording data with high accuracy, monitoring temperature in the range of 36–38°C and humidity 55–68%, as well as detecting early hatching sounds with a sensitivity of 85–100%. RFID successfully uniquely identifies eggs with a reading range of up to 3 cm. The egg tray rotation mechanism ensures uniform distribution of temperature and humidity, supporting successful hatching. This system provides significant benefits for farmers, such as time efficiency, increased hatching success, and reduced risk of failure due to human error. With this technology, it is hoped that the poultry farming industry in Indonesia can sustainably improve quality and productivity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save