Home
Login.
Artikelilmiahs
46854
Update
TIARA FADILA ANDARDINI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS HASIL PENGUJIAN SHUTDOWN MEASUREMENT CURRENT TRANSFORMER GARDU INDUK 150 KV MAJENANG PT. PLN (PERSERO) ULTG PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Current Transformer (CT) merupakan komponen vital dalam Gardu Induk yang berfungsi mengkonversi besaran arus pada sistem tenaga listrik dari besaran primer menjadi sekunder untuk keperluan pengukuran sistem metering dan proteksi. Untuk menjaga kinerja optimal CT dilakukan pemeliharaan rutin saat peralatan dalam keadaan padam (shutdown measurement), meliputi pengujian tahanan isolasi, tan delta, dan pentanahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan CT di Gardu Induk 150 kV Majenang dengan membandingkan hasil pengujian terhadap standar PT. PLN (VDE Catalogue 228/4 dan SKDIR 520 Tahun 2014 IEC 60137– DF tan δ) dan menganalisis perhitungan manual berdasarkan hasil pengujian tersebut. Hasil pengujian shutdown measurement pada CT di beberapa bay menunjukkan anomali pada nilai tahanan isolasi dan tan delta yang melebihi standar PLN, dengan tahanan isolasi terendah di bay Star 2 dan bay Trafo 2 masing-masing 1,3 MΩ dan 58,8 MΩ (standar >150 MΩ) serta tan delta tertinggi di bay Star 2, bay Trafo 2, dan bay Kopel masing-masing 1,03%, 1,29%, dan 1,45% (standar <1%), dan nilai tahanan pentanahan terbesar 0,4 Ω (standar <1 Ω). Kondisi ini mengindikasikan adanya kerusakan isolasi yang kemungkinan disebabkan oleh kontaminasi, kelembaban, dan usia peralatan yang berpotensi menyebabkan lonjakan atau arus bocor. Sebagai solusinya, CT di bay Star 2 dan bay Trafo 2 telah diganti. Setelah penggantian, hasil pengujian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai tahanan isolasi dan penurunan tan delta, sehingga CT dinyatakan layak beroperasi kembali. Hal ini menunjukkan pentingnya melakukan pemeliharaan rutin pada peralatan listrik untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih serius.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Current Transformer (CT) is a vital component in substations that functions to convert the amount of current in the power system from primary to secondary quantities for the purposes of metering and protection systems. To maintain optimal CT performance, routine maintenance is carried out when the equipment is in a state ofshutdown(shutdown measurement), including testing insulation resistance, tan delta, and grounding. This study aims to evaluate the feasibility of CT in Majenang 150 kV Substation by comparing the test results with PT PLN standards (VDE Catalogue 228/4 and SKDIR 520 Year 2014 IEC 60137- DF tan δ) and analyzing manual calculations based on the test results. The results of shutdown measurement tests on CTs in several bays show anomalies in the insulation resistance and tan delta values that exceed PLN standards, with the lowest insulation resistance in bay Star 2 and bay Transformer 2 being 1.3 MΩ and 58.8 MΩ respectively (standard > 150 MΩ) and the highest tan delta in bay Star 2, bay Transformer 2, and bay Kopel being 1.03%, 1.29%, and 1.45% respectively (standard < 1%), and the largest grounding resistance value of 0.4 Ω (standard < 1 Ω). This condition indicates insulation damage that may be caused by contamination, moisture, and equipment age that could potentially cause surges or leakage currents. As a solution, the CTs in Star bay 2 and Transformer bay 2 were replaced. After replacement, the test results showed a significant increase in the insulation resistance value and a decrease in tan delta, so the CTs were declared fit for operation again. This shows the importance of performing routine maintenance on electrical equipment to prevent more serious faults from occurring.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save