Home
Login.
Artikelilmiahs
46849
Update
GHINA KHAIRUNNISA AZMI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH KONSUMSI TEH DAUN KELOR TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA PENDERITA DIABETES MELITUS: Studi Pada Peserta Prolanis Klinik Pratama Rawat Jalan Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler yang berdampak pada penurunan kualitas hidup dan beban ekonomi yang tinggi. Moringa oleifera (MO) atau kelor memiliki zat bioaktif seperti terbukti memiliki sifat hipoglikemik dan antioksidan yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sebagai upaya pencegahan terhadap komplikasi dari diabetes melitus tipe 2. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi teh daun kelor terhadap kadar gula darah puasa penderita diabetes melitus tipe 2 pada peserta prolanis Klinik Pratama rawat Jalan Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan desain kohort retrospektif secara total sampling. Analisi data menggunakan uji Paired T Test. Hasil: Responden penelitian berjumlah 18 orang. Hasil penelitian ini menunjukan nilai signifikansi perubahan kadar gula darah puasa kelompok terpapar 0,171 dan kelompok kontrol 0, 603 (p >0,05) yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah penelitian pada kedua kelompok. Kesimpulan: Tidak terdapat penurunan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus di Klinik Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas setelah mengonsumsi teh daun kelor selama 14 hari. Serta tidak terdapat perbedaan gula darah puasa yang signifikan antara kelompok terpapar dengan kelompok kontrol.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that can lead to macrovascular and microvascular complications thus impacting quality of life. Moringa oleifera (MO) or moringa contains bioactive compounds which have been proven to have hypoglycemic and antioxidant properties that can help control blood sugar levels as an effort to prevent complications of type 2 diabetes mellitus. Objective: The study aimed to determine the relationship between the consumption of moringa leaf tea and fasting blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus who participated in the PROLANIS program at the Sidabowa Primary Care Clinic, Patikraja District, Banyumas Regency. Method: An analytical observational study with a retrospective cohort design was conducted using total sampling. Data analysis was performed using the Paired T Test. Results: The study involved 18 respondents. The results indicate that the significance values of the fasting blood sugar changes for the exposed group were 0.171, and for the control group, it was 0.603 (p > 0.05), meaning there was no significant difference in fasting blood sugar levels before and after the study in both groups. Conclusion: There is no decrease in fasting blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Sidabowa Clinic, Patikraja District, Banyumas Regency, after consuming moringa leaf tea for 14 days. Furthermore, there is no significant difference in fasting blood sugar levels between the exposed and control groups.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save