Home
Login.
Artikelilmiahs
46776
Update
THAURIQ AZFA SYIRAZ
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA PREMATURITAS DENGAN KEJADIAN SEPSIS NEONATORUM DI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Sepsis neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia, terutama pada bayi prematur. Oleh karena itu, pemahaman lebih dalam tentang hubungan antara prematuritas dengan kejadian sepsis neonatorum sangat penting untuk pencegahan dan penanganan dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prematuritas dengan kejadian sepsis neonatorum di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat RSUD Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2023. Sampel penelitian terdiri dari 136 neonatus, terbagi menjadi 68 kasus dan 68 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan perhitungan odds ratio. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dalam kelompok kontrol, sebanyak 46 neonatus (33,8%) tergolong tidak prematur, sedangkan hanya 22 neonatus (16,2%) yang merupakan kelompok prematur. Sebaliknya, pada kelompok kasus, neonatus prematur lebih sering mengalami sepsis neonatorum dibandingkan neonatus yang tidak prematur. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara prematuritas dan kejadian sepsis neonatorum (p-value 0,000; OR = 3,833). Neonatus yang lahir prematur memiliki risiko 3,833 kali lebih besar untuk mengalami sepsis dibandingkan dengan neonatus yang lahir cukup bulan. Kesimpulan : Prematuritas merupakan faktor risiko signifikan dalam kejadian sepsis neonatorum. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan pemantauan yang lebih ketat pada bayi prematur untuk mengurangi risiko sepsis neonatorum.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: One of the main causes of illness and death in Indonesian newborns, especially among preterm babies, is neonatal sepsis. Therefore, a deeper understanding of the relationship between prematurity and the incident of neonatal sepsis is crucial for early prevention and management. Objective: The purpose of this research is to ascertain how preterm and the 2023 newborn sepsis incidence at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto are related. Methods: This study uses a case-control approach and is observational and analytical. Both univariate and bivariate approaches were used to analyze the data. The sample comprised of 136 neonates, divided into 68 cases and 68 controls. Data analysis was performed using chi-square tests and odds ratio calculations. Results: Univariate analysis revealed that 46 neonates (33,8%) were classified as non-premature in the control group, while only 22 neonates (16,2%) were classified as premature. Conversely, in the case group, premature neonates experienced neonatal sepsis more frequently than non-premature neonates. Bivariate analysis indicated a significant relationship between prematurity and the incident of neonatal sepsis (p-value 0.000; OR =3,833). Premature neonates had a 3,833 times higher risk of developing sepsis compared to term neonates. Conclusion: Prematurity is a significant risk factor for the incidence of neonatal sepsis.Therefore, tighter monitoring and preventive measures are needed for premature infants to reduce the risk of neonatal sepsis.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save