Home
Login.
Artikelilmiahs
46698
Update
REVI AWALI ZUHRI
NIM
Judul Artikel
SURVEI MANAJEMEN PERWASITAN SEPAKBOLA DI ASOSIASI KABUPATEN (ASKAB) BANYUMAS TAHUN 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Sepak bola di Indonesia dikelola oleh PSSI, yang meliputi Asprov dan Askab, yang mengatur klub, pemain, dan wasit. Di Banyumas, tantangan manajemen wasit mencakup kekurangan wasit tengah, perbedaan honor, serta masalah motivasi dan kondisi fisik, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang manajemen wasit di Askab Banyumas pada 2024 untuk mengevaluasi dan mencari solusi peningkatan kualitas pertandingan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Askab PSSI Banyumas.Sampel penelitian terdiri dari 15 peserta yang dipilih melalui Purposive Sampling.Penelitian ini dilakukan pada Juli-Agustus 2024 yang disertai dengan surat izin penelitian. Hasil Penelitian: 1) Fungsi Perencanaan di Askab Banyumas, Askab Banyumas Perencanaan di bidang kepemimpinan fokus pada peningkatan kompetensi wasit untuk mencapai lisensi nasional C1, 2) Fungsi Pengorganisasian di Askab Banyumas, dipimpin oleh H.S. dan diatur oleh SK, memiliki biro wasit LM dan ES yang menugaskan wasit sesuai dengan lisensi dan kondisi fisik mereka melalui koordinasi WhatsApp, 3) Fungsi Penggerak di Askab Banyumas, pergerakan wasit dikelola oleh Biro Wasit secara adil dan transparan, dengan bimbingan dari ketua, penugasan sesuai kemampuan, dan kesempatan bagi wasit muda untuk menjaga profesionalisme, dan 4) Fungsi Pengendalian di Askab Banyumas, pengawasan wasit di Askab Banyumas mencakup pemantauan langsung, laporan melalui WhatsApp, dan rekaman untuk kasus-kasus khusus, dengan evaluasi forum untuk perbaikan kinerja. Kesimpulan: 1) Perencanaan mencakup penyegaran, regenerasi, dan penyeragaman wasit, namun pelaksanaannya terkendala jadwal, partisipasi, dan biaya, sehingga memerlukan evaluasi untuk hasil optimal, 2) Pengorganisasian berjalan baik dengan struktur jelas dan koordinasi efektif, namun masih menghadapi kendala pada penugasan, regenerasi, penyegaran, dan penyeragaman seragam, sehingga diperlukan evaluasi untuk meningkatkan efisiensi dan keadilan, 3) Fungsi penggerakan telah berjalan baik dengan kepemimpinan, pembimbingan, dan motivasi yang efektif, namun perlu perbaikan transparansi dalam penugasan serta evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan keadilan dan kinerja wasit, dan 4) Pengawasan memastikan wasit bekerja sesuai standar melalui metode langsung, tidak langsung, dan berdasarkan kekecualian, meski menghadapi kendala keterbatasan waktu dan data, sehingga evaluasi yang cermat diperlukan untuk menjaga kualitas perwasitan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Football in Indonesia is managed by PSSI, which includes Asprov and Askab, overseeing clubs, players, and referees. In Banyumas, challenges in referee management include a shortage of central referees, differences in honorarium, as well as issues with motivation and physical condition. Therefore, the author is interested in conducting research on referee management in Askab Banyumas in 2024 to evaluate and find solutions to improve match quality. Methodology: This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. This research was conducted at Askab PSSI Banyumas.The research sample consisted of 15 participants selected through Purposive Sampling.This research was conducted from July to August 2024, accompanied by a research permit. Research Results: 1) The Planning Function in Askab Banyumas, Askab Banyumas Planning in the leadership field focuses on improving referees' competencies to achieve national C1 licenses, 2) The Organizing Function in Askab Banyumas, led by H.S. and regulated by SK, has referee bureaus LM and ES that assign referees according to their licenses and physical conditions through WhatsApp coordination, 3) The Mobilizing Function in Askab Banyumas, the movement of referees is managed by the Referee Bureau fairly and transparently, with guidance from the chairman, assignments according to abilities, and opportunities for young referees to maintain professionalism, and 4) The Controlling Function in Askab Banyumas, referee supervision in Askab Banyumas includes direct monitoring, reports via WhatsApp, and recordings for special cases, with forum evaluations for performance improvement. Conclusion: 1) Planning includes refreshing, regenerating, and standardizing referees, but its implementation is hindered by schedules, participation, and costs, requiring evaluation for optimal results, 2) Organizing is going well with a clear structure and effective coordination, but still faces challenges in assignments, regeneration, refreshing, and uniform standardization, necessitating evaluation to improve efficiency and fairness, 3) The mobilization function has been effective with leadership, guidance, and motivation, but needs improvement in transparency in assignments and continuous evaluation to enhance fairness and referee performance, and 4) Supervision ensures referees work according to standards through direct, indirect, and exception-based methods, despite facing challenges of time and data limitations, thus careful evaluation is needed to maintain refereeing quality.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save