Home
Login.
Artikelilmiahs
46645
Update
HEKA ROSYANA SAFITRI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Kompos Limbah Baglog Jamur Kancing dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Kesuburan Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah pada Tanah Inceptisol
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas utama yang tidak dapat digantikan dengan bahan lain. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bawang merah, yaitu jenis tanah, pH tanah, aplikasi pupuk dan obat-obatan. Penelitian ini menggunakan tanah inceptisol sebagai media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos limbah baglog jamur dan pupuk kandang sapi terhadap kesuburan tanah inceptisol, pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, serta mengetahui interaksi antara dosis kompos limbah baglog jamur dan pupuk kandang sapi untuk mendapatkan bentuk perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RKAL) dengan dua faktorial, yaitu dosis kompos limbah baglog jamur (L) dengan dosis 0, 20, dan 40 ton/ha, dan dosis kotoran sapi (K) dengan dosis 0, 15, dan 30 ton/ha. Variabel yang diamati, antara lain pH H2O, pH KCl, DHL, KTK, C- organik, N-total, N-tersedia, P-total, P-tersedia, K-total, K-tersedia, tinggi tanaman, kehijauan daun, N-serapan daun, berat umbi segar, dan berat umbi kering. Pengamatan dianalisis dengan ANOVA pada tingkat kesalahan 5 % dan jika berbeda nyata, dilakukan pengujian lanjutan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah baglog jamur dapat meningkatkan pH H2O, DHL, N-total, K-total dan K-tersedia. Pemberian pupuk kandang sapi meningkatkan N-total, P-tersedia dan K-tersedia. Terdapat interaksi pemberian kompos limbah baglog jamur dan pupuk kandang sapi terhadap K-tersedia dengan kombinasi terbaik dosis 20 ton/ha kompos dan 30 ton/ha pupuk kandang sapi dapat meningkatkan kandungan K yang tersedia di dalam tanah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallot (Allium ascalonicum L.) are a major commodity that cannot be replaced by other ingredients. Factors affecting the growth of shallot are soil type, soil pH, fertilizer applications and pesticide. This study uses inceptisol soil as a growing medium. The aim of the study is to find out the dosage and effect of mushroom baglog waste composite and cow manure fertilizer on the soil fertility of inceptisole, growth and yield of shallot crops, as well as obtaining information on the growth response and result of shallot crops to various dosages of mushroom baglog waste compost and cow manure. The study used a complete group randomization scheme (RKAL) with two factorials, mushroom baglog waste composite doses (L) at doses of 0, 20, and 40 tons/ha, and cow manure dosages (K) at dose of 0, 15, and 30 tonnes/ha. The variable observations in this study, consisted of pH H2O, pH KCl, DHL, KTK, C-organic, N-total, N-available, P-total, P-available, K- total, K-available, plant height, leaf greenery, N-leaf grain, weight of fresh bubbles, and weight of dry bubbles. Observations were analyzed with ANOVA at a 5% error rate and if the difference was significant, an advanced test was performed with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a error rate of 5%. The results of the study showed that of mushroom baglog waste compost can increase the pH of H2O, DHL, N-total, K-total and K-available. There is an interaction between the application of mushroom baglog waste composite and cattle cage fertilizer against K-available with the best combination on L2K2 treatment, which is 4.35 ppm. So with the addition of a dose of 40 tons/ha of compost and 30 tons/he of cow manure fertilizer can increase the content of K-available in the soil.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save