Home
Login.
Artikelilmiahs
46492
Update
WAHYUNI PUTRI SUNU DEWI
NIM
Judul Artikel
Kelayakan Ekowisata Mangrove Segara Anakan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kawasan Segara Anakan merupakan sandaran kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pariwisata di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut. Akan tetapi, analisis kelayakan ekonomi pada kawasan ini belum tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan ekosistem mangrove sebagai objek wisata dan mengetahui persepsi masarakat tentang ekowisata hutan mangrove di Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan pada aspek ekologi dan finansial adalah metode observasi dan aspek persepsi masyarakat menggunakan metode purpose sampling yang menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan dua tahap proses analisis yaitu analisis awal dengan menggunakan data kuantitaif dan kualitataif dan analisis lanjut dengan menggunakan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kelayakan ekowisata mangrove sebagai objek ekowisata pada aspek ekologis dalam kategori cukup sesuai dengan perolehan IKW sebesar 67% pada parameter jenis mangrove dan 74% pada parameter kerapatan mangrove. Sedangkan pada aspek finansial termasuk ke dalam kategori tidak layak dengan perolehan NPV negatif Rp39.735.921, nilai IRR sebesar 8% dan B/C Ratio sebesar 0.94. Persepsi masyarakat tentang ekowisata mangrove termasuk ke dalam kondisi cukup sesuai dengan perolehan hasil IKW sebesar 70%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Segara Anakan area is the backbone of the community's economic activities, especially the tourism sector in Ujungalang Village, Kampung Laut District. However, an analysis of the economic feasibility of this area is not yet available. The purpose of this study is to analyze the feasibility of mangrove ecosystems as tourist attractions and to find out the public's perception of mangrove forest ecotourism in Segara Anakan Cilacap. The methods used in the ecological and financial aspects are observation methods and public perception aspects using the purpose sampling method which uses the Likert scale. Data analysis uses two stages of the analysis process, namely initial analysis using quantitative and qualitative data and further analysis using Tourism Suitability Index (IKW) analysis. The results of the study showed that the analysis of the feasibility of mangrove ecotourism as an ecotourism object in the ecological aspect in the category was quite in accordance with the acquisition of IKW of 67% in the mangrove type parameter and 74% in the mangrove density parameter. Meanwhile, the financial aspect is included in the unfeasible category with a negative NPV of IDR 39,735,921, an IRR value of 8% and a B/C Ratio of 0.94. The public's perception of mangrove ecotourism is included in a condition that is quite in accordance with the IKW result of 70%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save