Home
Login.
Artikelilmiahs
4645
Update
DIAN AYU PURWANINGRUM
NIM
Judul Artikel
RESPONS PETANI BAWANG MERAH DENGAN ADANYA KEBIJAKAN LIBERALIASI PERDAGANGAN PRODUK IMPOR BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Keikutsertaan Indonesia dalam kesepakatan perjanjian Kebijakan Liberalisasi perdagangan mengakibatkan banyaknya produk impor bebas masuk ke indonesia salah satunya adalah impor bawang merah. Brebes merupakan kabupaten sentral produksi bawang merah di Indonesia. Sebagian besar penduduknya adalah petani bawang merah. Dengan adanya impor bawang merah petani bawang merah merasa tersaingi dan dirugikan karena harga bawang lokal mengalami penurunan dan murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalah respons petani bawang merah dengan adanya kebijakan liberalisasi perdagangan produk impor bawang merah di Kabupaten Brebes. Teori respons petani menggunakan teori dari Robert Bates. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan Teknik purposive sampling untuk sumber data Seksi Agrobisnis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kabupaten Brebes, sedangkan teknik snowball sampling digunakan untuk sumber data masyarakat petani dan pedagang bawang merah di Kabupaten Brebes. Untuk analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa respons petani menolak kebijakan liberalisasi perdagangan yang mengakibatkan adanya impor bawang merah karena petani mengalami kerugian disebabkan harga bawang merah menjadi murah. Respons petani dari aspek produksi, pola tanam dan pemasaran petani tidak berusaha lagi untuk menambah produksi atau memperluas pemasaran untuk bisa menyaingi bawang merah impor. Sedangakan dari Pihak Pemerintah Brebes sudah membantu dan mendorong petani untuk mengembangkan usaha pertanian bawang merah Brebes. Kata kunci : impor bawang merah, liberalisasi perdagangan, respons petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)
SUMMERY Involvement of Indonesia in the agreement on trade liberalization policies resulted in many free imported products into Indonesia one of them is imported onions. Brebes is the central regency of onion production in Indonesia. Most of the residents are onion farmers. Importing the onion causing onion farmers feel unrivaled and disadvantaged due to decreasing of price onion then it becomes cheaper. The purpose of this study is to investigate the response of onion farmers with trade liberalization policy on products imported onion in Brebes. This study used Theory from Robert Bates to investigate farmer response. It used descriptive qualitative method. Purposive sampling technique was used to select data source section Agribusiness of Department of Agriculture, food and horticultura (DPTPH) Brebes, while snowball sampling technique was used for the data source the farmers and traders of onion in Brebes. It used interactive analysis model Miles and Huberman to analysis data. The results revealed that the response of farmers refuse trade liberalization policies in turn on imported onion because farmers become suffered due to decreasing of union price. The response of farmers from production aspect, cropping patterns, and marketing showed that farmers did not attempt to increase production or to expand their market to compete with imported onions. Meanwhile Brebes Governments have been helped and encouraged farmers to develop union farming. Keywords: farmer’s response, imported onion, trade liberalization.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save