Home
Login.
Artikelilmiahs
46386
Update
HOMSAH HAMDIKA WIDIASIH
NIM
Judul Artikel
PENGGUNAAN MEDIUM SEPARASI SEKS BOVINE SERUM ALBUMIN (BSA) DENGAN PERBEDAAN LAMA INKUBASI TERHADAP MORTALITAS DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA X PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gradien bovine serum albumin sebagai medium separasi seks dan lama inkubasi terhadap mortalitas dan konsentrasi spermatozoa kambing Peranakan Etawah. Materi penelitian yang digunakan yaitu 2 ekor pejantan kambing Peranakan Etawah, medium Bovine Serum Albumin (BSA), NaCl fisiologis, dan eosin-negrosin. Pakan tambahan yang digunakan yaitu tauge 250 gram/hari. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 3 dengan ulangan sebanyak 3 kali dan menggunakan 2 faktor yaitu gradien dengan perbandingan 5:15% dan 10:20% serta faktor lama inkubasi dengan waktu 30, 45 dan 60 menit sehingga di dapatkan 6 kombinasi perlakuan. Variabel yang diukur adalah mortalitas dan konsentrasi spermatozoa setelah separasi seks. Data penelitian yang telah diperoleh dianalisis variansi dan menggunakan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya interaksi antara medium BSA dan perbedaan lama inkubasi terhadap mortalitas (P < 0,05) dan kedua faktor tersebut tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap konsentrasi spermatozoa X (P>0,05), disimpulkan bahwa gradien tidak mengalami pengaruh yang nyata (P > 0,05), sedangkan lama inkubasi menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,01). Disimpulkan bahwa secara simultan gradien bsa 5:15 dengan lama inkubasi 60 menit menunjukkan mortalitas spermatozoa X yang paling rendah dengan rataan 29,20 ± 1.18%. Adapun konsentrasi spermatozoa X nyata lebih tinggi pada lama inkubasi 30 menit baik pada gradien 5:15 atau 10:20 dengan rataan 2241.67 ± 70.71 juta.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aims to determine the effect of using a bovine serum albumin gradient as a sex separation medium and incubation time on mortality and spermatozoa concentration in Etawah Peranakan goats. The research materials used were 2 male Etawah crossbreed goats, Bovine Serum Albumin (BSA) medium, physiological NaCl, and eosin-negrosin. The additional feed used is 250 grams of bean sprouts/day. The research method used was a Randomized Block Design (RAK) with a 2 x 3 factorial pattern with 3 replications and using 2 factors, namely a gradient with a ratio of 5:15% and 10:20% and an incubation factor of 30, 45 and 60 minutes. So we get 6 treatment combinations. The research data that was obtained was analyzed for variance and used the Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that there was an interaction between BSA medium and differences in incubation time on mortality (P < 0.05) and These two factors did not show any influence on the concentration of X spermatozoa (P>0.05), while the incubation time showed a significant effect (P<0.01). It was concluded that simultaneously a 5:15 bsa gradient with an incubation time of 60 minutes showed the lowest mortality of X spermatozoa with an average of 29.20 ± 1.18%. The concentration of X spermatozoa was significantly higher at an incubation time of 30 minutes either at a gradient of 5:15 or 10:20 with a mean of 2241.67 ± 70.71 million.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save