Home
Login.
Artikelilmiahs
46319
Update
DAFFA DWI FARHAN
NIM
Judul Artikel
KETEPATAN DAKWAAN PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA PERJUDIAN ONLINE (Studi Putusan Nomor : 95/Pid.B/2023/PN.Pwt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja yaitu mempertaruhkan satu nilai atau sesuatu yang dianggap bernilai dengan menyadari adanya resiko dan harapan-harapan tertentu pada peristiwa-peristiwa permainan, pertandingan, perlombaan, dan kejadian- kejadian yang tidak atau belum pasti hasilnya. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang penggunaan Pasal 303 KUHP dalam perkara perjudian online. Berdasarkan Putusan Nomor 95/Pid.B/2023/PN. PWT, Jaksa Penuntut Umum mendakwa terdakwa dengan Pasal 303 KUHP atas perbuatan tindak pidana perjudian online yang dilakukan oleh terdakwa, di sisi lain terdapat Pasal 27 ayat (2) UU ITE yang mengatur tentang tindak pidana perjudian online. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah Pertimbngan Hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana penjara pada tindak pidana perjudian online dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 95/pid.B/2023/PN PWT? (2) Apakah Dakwaan Penuntut Umum dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 95/pid.B/2023/PN PWT sudah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa? Untuk menjawab kedua rumusan masalah tersebut, dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian secara yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang- undangan dan kasus. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Bahan hukum disajikan dalam bentuk uraian yang kemudian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil Penelitian ini adalah mengetahui bahwa dakwaan yang diberikan jaksa penuntut umum tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa karena berdasarkan asas lex specialis derogat lex generalis sehingga Pasal 27 ayat (2) UU ITE sebagai aturan pidana khususmaka lebih diutamakan penggunaannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Gambling is a deliberate bet, namely risking a value or something that is considered valuable by realizing that there are risks and certain expectations in the events of games, matches, competitions, and events whose results are not or are uncertain. This research raises the issue of the use of Article 303 of the Criminal Code in online gambling cases. Based on Decision Number 95/Pid.B/2023/PN. PWT. The Public Prosecutor charged the defendant with Article 303 of the Criminal Code for the crime of online gambling committed by the defendant. On the other hand, there is Article 27 paragraph (2) of the ITE Law which regulates the crime of online gambling. Based on the background above, the formulation of the problem in this research is (1) What are the Judge's Legal Considerations in imposing prison sentences for online gambling crimes in District Court Decision Number 95/pid.B/2023/PN PWT? (2) Are the Public Prosecutor's charges in District Court Decision Number 95/pid.B/2023/PN PWT appropriate to the actions committed by the defendant? To answer these two problem formulations, this research uses a normative juridical research method with a statutory and case approach method. Specifications of analytical descriptive research.The source of legal materials used is secondary data with primary, secondary and tertiary legal materials carried out using library research. Legal materials are presented in the form of descriptions which are then analyzed using qualitative normative methods. The result of this research is to find out that the charges given by the public prosecutor are not in accordance with the defendant's actions because they are based on the principle of lex specialis derogat lex generalis, which means that Article 27 paragraph (2) of the ITE Law is a special criminal regulation, so its use is given priority.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save