Home
Login.
Artikelilmiahs
46309
Update
RAIHAN ZAHRAN
NIM
Judul Artikel
STUDI PERKUATAN KONSTRUKSI LERENG AKIBAT PENGARUH HUJAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Hal ini bisa diakibatkan oleh adanya ketidakstabilan gaya pada dinding penahan tanah. Ketidakstabilan gaya bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya faktor eksternal hujan. Hujan menyebabkan tanah tak jenuh menjadi jenuh dan beban pada tanah dapat bertambah sehingga mengakibatkan deformasi/keruntuhan tanah. Selain itu, hujan dapat menyebabkan penurunan nilai kuat geser tanah sehingga menurunkan angka keamanan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan metode stabilisasi lereng untuk mencegah keruntuhan akibat hujan. Metode yang dapat digunakan adalah stabilisasi dukungan dengan dinding penahan tanah. Pada penelitian ini, dinding penahan tanah menggunakan dinding beronjong dan dinding kantilever. Untuk melihat perilaku dinding penahan tanah akibat hujan, analisis pemodelan menggunakan metode elemen hingga dengan aplikasi Plaxis 2D. Saat pemodelan, dilakukan analisa balik nilai deformasi perencanaan terhadap nilai deformasi lapangan. Proses analisa balik dilakukan untuk mempertimbangkan kondisi keruntuhan lapangan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencari nilai deformasi lapangan adalah menggunakan metode InSAR (Interferometry Synthetic Aperture Radar) dengan aplikasi SNAP. Metode InSAR dinilai mampu mengidentifikasi dan memantau tanah longsor. Rentang waktu curah hujan dan citra sentinel-1 diambil pada tanggal 6 Mei 2022 – 23 Juni 2022 (49 hari). Hasil deformasi lapangan dan deformasi perencanaan sebesar 0,25753 m dan -0,23959 m. Selisih dari kedua nilai tersebut sebesar 0,00308 m dengan error sebesar 7%. Saat kondisi existing, hasil deformasi dan angka keamanan adalah sebesar -0,23959 m dan 1,000 pada tanggal 23 Juni 2022. Saat kondisi tambahan perkuatan, hasil deformasi menurun dan angka keamanan meningkat yaitu sebesar -0,030 m dan 1,138 pada tanggal 23 Juni 2022.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Landslides are one of the disasters that often occur in Indonesia. This can be caused by the instability of the force on the retaining wall. Force instability can be caused by many factors, one of which is the external factor of rain. Rain causes unsaturated soil to become saturated and the load on the soil can increase, resulting in soil deformation/collapse. In addition, rain can cause a decrease in the shear strength value of the soil, thereby reducing the safety factor. Based on this, a slope stabilization method is needed to prevent collapse due to rain. The method that can be used is support stabilization with retaining walls. In this study, the retaining wall uses gabion walls and cantilever walls. To see the behavior of the retaining wall due to rain, the modeling analysis uses the finite element method with the Plaxis 2D application. During modeling, a back analysis of the planning deformation value against the field deformation value is carried out. The back analysis process is carried out to consider the conditions of field collapse. One method that can be used to find the field deformation value is to use the InSAR (Interferometry Synthetic Aperture Radar) method with the SNAP application. The InSAR method is considered capable of identifying and monitoring landslides. The time span of rainfall and sentinel-1 imagery was taken on May 6, 2022 – June 23, 2022 (49 days). The results of field deformation and planning deformation were 0.25753 m and -0.23959 m. The difference between the two values is 0.00308 m with an error of 7%. When the existing condition, the deformation results and safety factor were -0.23959 m and 1.000 on June 23, 2022. When additional reinforcement conditions, the deformation results decreased and the safety factor increased, namely -0.030 m and 1.138 on June 23, 2022.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save