Home
Login.
Artikelilmiahs
46294
Update
ZEHA KIRANA
NIM
Judul Artikel
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI JUMLAH KASUS HIV DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2021 MENGGUNAKAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED NEGATIVE BINOMIAL REGRESSION
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang dan menginfeksi sel darah putih sehingga menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh manusia. Pada tahun 2021, jumlah kasus baru HIV di Provinsi Jawa Barat mencapai 5.337 kasus, sehingga secara nasional menduduki urutan kedua tertinggi setelah Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan analisis pendahuluan, data jumlah kasus baru HIV di Provinsi Jawa Barat merupakan data cacah yang mengalami overdispersi dan terdapat efek spasial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran umum penyebaran HIV, menentukan model, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan menggunakan model Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR). Hasil penelitian menunjukkan jumlah kasus baru HIV tertinggi terdapat di Kabupaten Bogor dan terendah di Kabupaten Pangandaran, sebarannya relatif berkelompok antar wilayah yang memiliki karakteristik serupa. Pemodelan dengan GWNBR menghasilkan 8 kelompok berdasarkan kesamaan variabel yang signifikan pada masing-masing kabupaten/kota. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara global adalah kepadatan penduduk dan persentase penduduk usia 25–49 tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks and infects white blood cells, causing a decrease in the human immune system. In 2021, the number of new HIV cases in West Java Province reached 5.337 cases, making it the second highest nationally after East Java Province. Based on preliminary analysis, the data on the number of new HIV cases in West Java Province is count data with overdispersion and spatial effects. The purpose of this research is to determine the general description of the spread of HIV, determine the model, and identify factors that have a significant effect using the Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR) model. The results showed that the highest number of new HIV cases was in Bogor regency and the lowest in Pangandaran regency, and the distribution was relatively clustered between areas with similar characteristics. Modeling with GWNBR resulted in 8 groups based on the similarity of significant variables in each regency/city. The globally significant factors were population density and percentage of population aged 25–49 years.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save