Home
Login.
Artikelilmiahs
46185
Update
AULIA RUSYDA RAMDHANI
NIM
Judul Artikel
VIGILANTE PEREMPUAN DALAM FILM PEPPERMINT 2018 (ANALISIS SEMIOTIKA MENGENAI MASKULINITAS SEBAGAI JALAN MENCARI KEADILAN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Vigilante Perempuan Dalam Film Peppermint 2018 (Analisis Semiotika Mengenai Maskulinitas Sebagai Jalan Mencari Keadilan) merupakan penelitian yang membahas tentang bagaimana representasi maskulinitas perempuan pada tokoh utama perempuan dalam film Peppermint 2018 dan bagaimana konstruksi tersebut berkaitan dengan tindakan main hakim sendiri sebagai cara tokoh utama dalam mencapai tujuannya. Dalam film Peppermint 2018, perilaku maskulinitas berupa aksi main hakim sendiri yang ditampilkan melalui tokoh utama perempuan muncul dari keinginan balas dendam. Fenomena hakim jalanan yang ditunjukkan dalam film ini juga dipicu adanya isu sosial lainnya, yaitu ketidakadilan hukum yang dialami si tokoh utama. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan adanya konstruksi maskulinitas pada tokoh utama yang merupakan seorang vigilante perempuan dan keterkaitan konstruksi tersebut dengan fenomena vigilantisme dalam film Peppermint 2018. Fenomena tersebut menarik karena dapat merepresentasikan situasi dalam realitas masyarakat di mana aksi main hakim sendiri umumnya diwujudkan dalam bentuk kekerasan sebagai bagian dari konstruksi maskulinitas. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang hanya mengkaji tentang representasi maskulinitas pada perempuan, penelitian ini juga berfokus pada bagaimana konstruksi tersebut memiliki kaitan dengan fenomena hakim jalanan akibat adanya ketidakadilan hukum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data yang dihasilkan berupa data deskriptif yang berbentuk kata-kata yang bersumber dari objek penelitian yaitu potongan-potongan adegan dalam film peppermint 2018. Adegan-adegan tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yaitu analisis semiotika menggunakan denotasi, konotasi, dan mitos yang muncul film peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa dalam film Peppermint (2018), ditemukan adanya bentuk maskulinitas yang diperankan oleh tokoh utama perempuan, yaitu Riley. Bentuk maskulinitas tersebut antara lain penggunaan senjata dan pakaian gelap, menciptakan ketakutan bagi para musuhnya, sifat mandiri dan rasional, dan keberanian Selain itu, terdapat kaitan maskulinitas yang digambarkan melalui tokoh Riley dimana ia menggunakan perilaku maskulin sebagai dasar untuk melakukan aksi vigilantisme. Dengan adanya penelitian ini, mungkin dapat menjadi dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan konstruksi maskulinitas pada perempuan maupun tindakan vigilantisme yang dilakukan perempuan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Female Vigilantes in the Film Peppermint 2018 (Semiotic Analysis of Masculinity as a Way to Seek Justice) is research that discusses how female masculinity is represented in the main female character in the film Peppermint 2018 and how this construction is related to the actions of the main judge himself as the main character's way of achieving his goals. In the 2018 film Peppermint, masculinity behavior in the form of the main action of self-judgment shown through the main female character arises from the desire for revenge. The phenomenon of street judges demonstrated in this film also triggers other social issues, namely the legal injustice experienced by the main character. This research was conducted to discover the construction of masculinity in the main character who is a female vigilante and the relationship between this construction and the phenomenon of vigilantism in the film Peppermint 2018. This phenomenon is interesting because it can represent a situation in the reality of society where the actions of the main judge himself are generally realized in the form of violence as part of the construction of masculinity. In contrast to previous research which only examined the representation of masculinity in women, this research also focuses on how this construction is related to the phenomenon of street judges due to legal injustice. This research is qualitative research where the data produced is descriptive in words sourced from the object of study, namely fragments of scenes in the 2018 film Peppermint. These scenes are then analyzed using Roland Barthes' semiotic approach, namely semiotic analysis using denotation, connotation, and myths that appear in the film Peppermint. Based on the research results, it is known that in the film Peppermint (2018), a form of masculinity is found to be played by the main female character, Riley. These forms of masculinity include the use of weapons and dark clothing, creating fear in their enemies, an independent and rational nature, and courage. Apart from that, there is a link to masculinity which is depicted through the female main character, Riley who uses masculine behavior as a basis for carrying out vigilante actions. This research could become a basis for further research related to the construction of masculinity in women and vigilante actions carried out by women.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save