Home
Login.
Artikelilmiahs
4609
Update
MICHAEL
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA PERLENGKAPAN UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU BATAK TOBA DI PAGUYUBAN POMPARAN PARSADAAN SOMBA DEBATA SIAHAAN (PPSD) WILAYAH XVII BEKASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri atas beragam suku, adat, ras, budaya, dan agama. Kebudayaan sendiri tersebut merupakan ciri khas dari setiap suku bangsa di Indonesia. Suku (etnis) yang satu dengan yang lainnya itu memiliki nilai budaya yang dapat membedakan ciri satu dengan yang lainnya, salah satu suku tersebut adalah suku Batak. Pada masyarakat suku Batak, seseorang akan melewati siklus kehidupan, yaitu dari lahir, kemudian dewasa, berketurunan sampai meninggal. Dalam melewati masa peralihan dan peristiwa – peristiwa penting tersebut, biasanya dilakukan upacara – upacara yang bersifat adat, kepercayaan, dan agama. Salah satunya pernikahan adat suku Batak Toba. Dalam pernikahan adat tersebut banyak sekali digunakan perlengkapan – perlengkapan yang tentunya memiliki makna dan pesan sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian semiotika. Oleh karena itu, penelitian ini bersifat interpretatif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pada perlengkapan – perlengkapan yang diberikan kepada sepasang mempelai saat pernikahan adat yaitu ulos, ikan mas ’dekke si mundur-undur’, uang ‘hepeng’, beras ’boras sipir ni tondi’, daun sirih ‘napuran’, dan daging babi ’jambar’. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis semiotik Roland Barthes yaitu analisis denotatif & konotatif, intertekstual dan intersubjektivitas dalam menganalisis perlengkapan – perlengkapan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlengkapan – perlengkapan yang diberikan kepada sepasang mempelai saat pernikahan adat itu memiliki pesan sosial menggambarkan kehidupan baru dari dua orang yang menjadi satu dan diharapkan dapat melewati permasalahan bersama - sama dalam menjalani bahtera rumah tangga serta menghormati kesakralan dan kesucian dari pernikahan tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Indonesia is a unitary state composed of diverse tribes, peoples, races, cultures, and religions. Culture itself is a characteristic of any ethnic groups in Indonesia. Tribes (ethnic) with each other it has a cultural value that can distinguish characteristics of one another, one tribe is the Bataknese. In the Bataknese tribe, someone will pass the life cycle, from birth, then adults, bred to death. In the past the transition period and events - important events, usually performed the ceremony - a ceremony that is custom, belief, and religion. One was the wedding traditional Batak Toba tribe. In a customary marriage are a lot of used equipments that would have meaning and social message contained therein. This research is semiotics. Therefore, qualitative research is interpretive. The focus of this research is on the equipments given to the bride and groom at the wedding, that are ulos, ikan mas ’dekke si mundur-undur’, uang ‘hepeng’, beras ’boras sipir ni tondi’, daun sirih ‘napuran’, dan daging babi ’jambar’. In this study, researchers used a method of analysis from Roland Barthes semiotic analysis of denotative and connotative, intertextuality and intersubjectivity in analyzing equipments. The results of this study indicate that the equipments provided to the bride and groom at the wedding that have a social message describing the new life of two people into one, and is expected to pass through the problem together in living ark household and respect the sanctity and sacredness of the marriage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save