Home
Login.
Artikelilmiahs
46016
Update
INDRA FIRMANSYAH
NIM
Judul Artikel
PENENTUAN INTERVAL WAKTU PERAWATAN MESIN SEWING DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II (Studi Kasus: PT. Asiana Garment)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
PT Asiana Garment merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi pakaian secara masala tau dalam partai besar sesuai permintaan pelanggan. Perusahaan tersebut mengalami permasalahan pada mesin sewing berjenis single needle dan obras, hal tersebut mengakibatkan jam berhenti (downtime). Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk menentukan jadwal interval waktu perawatan dan mengetahui Tindakan yang harus dilakukan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dalam penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). RCM II merupakan proses yang dilakukan untuk tindakan perawatan mesin, sedangkan FMEA digunakan untuk mengetahui penyebab kegagalan mesin. Hasil penelitian menunjukkan urutan nilai RPN masing masing komponen pada suatu mesin sewing dan mesin obras yaitu untuk mesin sewing dinamo 243, Sekoci 72, sedangkan untuk mesin obras dinamo 243, Looper 54. Dari hasil perhitungan FMEA dan RCM II diperoleh interval perawatan masing masing mesin, yaitu mesin sewing ZJ970D3-31 memiliki interval perawatan sebesar 62,5 jam, mesin sewing BIN718MY-17 memiliki interval perawatan sebesar 60,3, dan mesin obras Kansai KS-732M-6 memiliki interval sebesar 58,59 jam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
PT Asiana Garment is a manufacturing company that produces clothing in bulk or in large batches according to customer requests. The company experienced problems with its single needle and overlock sewing machines, which resulted in downtime. The aim of the research is to determine the maintenance interval schedule and find out what actions must be taken. To overcome this problem, this research uses the Reliability Centered Maintenance (RCM) II method and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). RCM II is a process carried out for engine maintenance actions, while FMEA is used to determine the cause of engine failure. The results of the research show the sequence of RPN values for each component on a sewing machine and overlock machine, namely for the sewing machine dynamo 243, Lifeboat 72, while for the overlock machine dynamo 243, Looper 54. From the results of the FMEA and RCM II calculations, the maintenance interval for each machine is obtained, namely the ZJ970D3-31 sewing machine has a maintenance interval of 62,5 hours, the BIN718MY-17 sewing machine has a maintenance interval of 60,3, and the Kansai KS-732M-6 serger has an interval of 58,59 hours.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save