Home
Login.
Artikelilmiahs
45993
Update
MIA DURROTUN NAFISAH
NIM
Judul Artikel
PEMODELAN STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN GUNUNG MURIA JAWA TENGAH BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemodelan struktur geologi bawah permukaan Gunung Muria dan sekitarnya dilakukan dengan menggunakan data anomali gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola sebaran anomali bouger serta model 3D struktur geologi bawah permukaan gunung Muria. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data anomali citra satelit TOPEX. Jumlah data yang berhasil diunduh sebanyak 723 data dengan luas daerah sebesar 1125,3 km2. Pengolahan data anomali gravitasi dimulai dengan koreksi bouger sehingga diperoleh data Anomali Bouguer Lengkap (ABL) di topografi. Selanjutnya, reduksi data ke bidang datar bertujuan untuk membawa nilai anomali gravitasi pada ketinggian rata-rata topografi. Data anomali gravitasi regional dan residual dipisahkan menggunakan metode upward continuation. Pemodelan struktur geologi bawah permukaan gunung muria dilakukan dengan inversi 3D menggunakan perangkat lunak Grablox 1.7 dan Bloxer 1.6. Hasil pemodelan 3D menunjukkan bahwa permukaan Gunungapi Muria memiliki densitas dengan rentang 1,0 - 3,0 g/cm3. model batuan tersebut diinterpretasikan sebagai tuf dengan densitas 2,4 g/cm3, batuan andesit dengan densitas 2,7 g/cm3, lava dengan densitas 1,41 g/cm3 dan lempung dengan densitas 2,1 g/cm3.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Modeling of the subsurface geological structure of Mount Muria and its surroundings was carried out using gravitational anomaly data. This study aims to obtain the distribution pattern of bouger anomalies as well as 3D models of the subsurface geological structure of Mount Muria. the data used in this study is anomaly data of TOPEX satellite imagery. The number of data successfully downloaded was 723 data with a range of 1125.3 km2. The processing of gravity anomaly data begins with bouger correction so that Complete Bouguer Anomaly (ABL) data is obtained in topography. Next The reduction of data to a flat plane aims to bring the value of the gravitational anomaly at the average height of the topography. Regional and residual gravity anomaly data separated using the upward continuity method. Modeling of the subsurface geological structure of Mount Muria was carried out by 3D inversion using Grablox 1.7 and Bloxer 1.6 software. The results of 3D modeling show that the surface of Mount Muria has a density with a range of 1.0 - 3.0 g/cm3. The rock model is interpreted as tuff with a density of 2.4 g/cm, andesite rock with a density of 2.7 g/cm3, lava with a density of 1.41 g/cm3, limestone with a density of 2.1 g/cm3.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save