Home
Login.
Artikelilmiahs
45938
Update
KHOLIDAH FAJRIAH
NIM
Judul Artikel
KELUARGA BATAK TOBA MASA KINI Studi Representasi Keluarga Batak Toba Pada Film ”Ngeri - Ngeri Sedap” (2022)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi Keluarga Batak Toba Masa Kini dalam film Ngeri-Ngeri Sedap (2022). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Adegan yang dipilih dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes melalui 3 unsur yaitu denotasi, konotasi dan mitos.Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi Keluarga Batak Toba Masa Kini dalam film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) ditampilkan pada sikap seorang ayah yang selalu meluruskan persoalan dari sisi batak yaitu patriarki. Budaya patriarki yang melekat kuat mulai tidak sejalan dengan perkembangan zaman, maka adanya pertimbangan kedudukan yang sejajar antara perempuan dan laki-laki membuat kultur Batak Toba yang terkenal kaku mulai melunak akibat adanya modernisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah representasi Keluarga Batak Toba Masa Kini dalam film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) dilatarbelakangi oleh kemampuan adaptif orang batak terhadap nilai-nilai, norma-norma dan ideologi yang berkembang pada zaman sekarang. Hal ini menjadikan film Ngeri-Ngeri Sedap menggambarkan adanya pengaruh modernisasi dan globalisasi yang masuk pada lapisan masyarakat, hal ini tentunya mengubah praktik tradisional untuk tetap relevan dalam masyarakat modern.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to examine the representation of modern Batak Toba families in the film Ngeri-Ngeri Sedap (2022). The study uses a descriptive qualitative method with Roland Barthes’ semiotic analysis approach. Selected scenes are analyzed using Barthes’ semiotics through three elements: denotation, connotation, and myth. The results indicate that the epresentation of modern Batak Toba families in the film is depicted through the father's attitude, who consistently addresses issues from a Batak perspective, particularly through patriarchy. The strong patriarchal culture, which traditionally holds significant influence, is shown to be increasingly at odds with contemporary societal developments. This shift towards gender equality, where women and men are considered equal, reflects a softening of the rigid Batak Toba culture due to modernization.The conclusion of this research is that the representation of modern Batak Toba families in Ngeri-Ngeri Sedap (2022) is influenced by the Batak people's adaptive ability to embrace current values, norms, and ideologies. The film illustrates the impact of modernization and globalization on society, leading to changes in traditional practices to remain relevant in modern society.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save