Home
Login.
Artikelilmiahs
45742
Update
SITI HASNAH QURATA A'YUN
NIM
Judul Artikel
Respon Agronomi dan Serapan Fosfat Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.) terhadap Pemberian Kasgot dan Bakteri Pelarut Fosfat pada Tanah Ultisol
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jagung merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia yang menghadapi tantangan peningkatan produktivitas, terutama pada lahan-lahan suboptimal seperti tanah ultisol yang memiliki sifat fisik dan kimia yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman optimal. Ultisol, dengan karakteristik pH rendah, kejenuhan alumunium tinggi, dan kapasitas tukar kation rendah, memerlukan adanya pembenah tanah untuk meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon agronomi dan serapan fosfat pada tanaman jagung manis (Zea mays L.) terhadap aplikasi kasgot (bekas maggot) dan bakteri pelarut fosfat (BPF) di tanah ultisol. Aplikasi bahan organik seperti kasgot, hasil biokonversi limbah oleh larva BSF, diketahui dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yaitu secara eksperimental dengan rancangan acak kelompok faktorial (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan, tiga ulangan, sehingga didapatkan 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kasgot dan BPF belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Namun, perlakuan kasgot sendiri dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, LAB, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, dan serapan P tanaman lebih baik dibandingkan dengan kontrol. Pemberian BPF sendiri belum mampu untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung secara nyata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Corn is one of the important commodities in Indonesia which faces the challenge of increasing productivity, especially on suboptimal land such as ultisol soil which has physical and chemical properties that do not support optimal plant growth. Ultisol, with its characteristics of low pH, high aluminum saturation, and low cation exchange capacity, requires soil amendments to increase its productivity. This research aims to evaluate the agronomic response and phosphate uptake of sweet corn (Zea mays L.) by applying maggot and phosphate solubilizing bacteria (BPF) in ultisol soil. The application of organic materials such as cassava, the result of bioconversion of waste by BSF larvae, is known to improve the physical, chemical, and biological properties of soil. The research was conducted on agricultural land at the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research method was experimental with a factorial randomized block design (RAK) consisting of 9 treatment combinations, and three replications, so 27 experimental units were obtained. The research results showed that the combination of cassava and Phosphate Solubilizing Bacteria was not able to increase the growth and yield of sweet corn plants. However, cassava treatment itself can increase plant height, number of leaves, leaf area, net assimilation rate, weight of cobs with husks, weight of cobs without husks, and better plant P uptake compared to the control. Providing Phosphate Solubilizing Bacteria alone has not been able to significantly increase the growth and yield of corn plants.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save