Home
Login.
Artikelilmiahs
45739
Update
RINDANG DWIARI
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH BANGSA FRIESIAN HOLSTEIN DI WAHEI FARM, BETSUKAI, HOKKAIDO, JEPANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peternakan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk masyarakat, termasuk kebutuhan susu. Peningkatan kebutuhan susu olahan yang terus meningkat tidak diikuti dengan pertumbuhan peternakan lokal menjadikan usaha peternakan sapi perah memiliki prospek besar untuk memenuhi kebutuhan protein bagi masyarakat. Upaya pembenahan disektor peternakan sapi perah antara lain dengan mengirimkan sumber daya manusia (SDM) ke negara maju seperti jepang. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di Jepang dapat diimplementasikan secara efektif disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Untuk mencapai produksi susu sapi agar optimal dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produksi induk produktif melalui manajemen reproduksi, kesehatan dan manajemen pemberian pakan yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan ternak. Manajemen pemberian pakan yang baik adalah pemberian pakan yang memperhatikan jenis pakan yang diberikan, pemberian pakan yang sesuai kebutuhan, hijauan dan konsentrat seimbang. Penelitian dilakukan di Wahei Farm ysng berlokasi di Betsukai, Perfektur Hokkaido, Jepang menggunakan metode haphazard sampling atau sampling incidental. Sampel diambil sepuluh ekor Induk laktasi dengan bobot rata-rata 559,98 kg dan produksi rata-rata susu 27,28 liter/ekor/hari dengan lemak susu 3,8%. Data yang dianalisis meliputi produksi susu, pemberian pakan (bahan kering), sisa pakan (bahan kering) dan konsumsi bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan Total Digestible Nutrient (TDN). Hasil evaluasi kecukupan nutrient bahan kering (BK) mengalami kelebihan sebesar 2,978, Protein Kasar (PK) sebesar 1,427 kg dan Total Digestible Nutrient (TDN) sebesar 1,596 kg. Pakan sapi laktasi di Wahei Farm diberi pakan melebihi kebutuhan. Pemberian pakan yang optimal sesuai kebutuhan sapi dapat meningkatkan produksi, tetapi jika berlebih justru akan mengurangi produksi sapi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Livestock has an important role in meeting society's animal protein needs, including milk needs. The increasing demand for processed milk is not accompanied by the growth of local livestock, making dairy farming a big prospect for meeting the protein needs of the community. Efforts to improve the dairy farming sector include sending human resources (HR) to developed countries such as Japan. Knowledge and skills acquired in Japan can be implemented effectively and adapted to conditions in Indonesia. To achieve optimal cow's milk production, this can be done by increasing the production capacity of productive heifers through reproductive management, health and good feeding management that is adapted to the needs of the livestock. Good feeding management is feeding that pays attention to the type of feed given, feeding according to needs, balanced forage and concentrate. The research was conducted at Wahei Farm which is located in Betsukai, Hokkaido Prefecture, Japan using the hazard sampling or incidental sampling method. Samples were taken from ten lactating mothers with an average weight of 559.98 kg and an average milk production of 27.28 liters/head/day with milk fat of 3.8%. The data analyzed includes milk production, feeding (dry matter), remaining feed (dry matter) and dry matter consumption (DW), crude protein (PK) and Total Digestible Nutrient (TDN). The results of the evaluation of nutrient adequacy of dry matter (DM) were an excess of 2,978, Crude Protein (PK) of 1,427 kg and Total Digestible Nutrient (TDN) of 1,596 kg. Lactating cows at Wahei Farm are fed more than they need. Providing optimal feed according to the cow's needs can increase production, but if it is excessive it will actually reduce cow production.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save