Home
Login.
Artikelilmiahs
45699
Update
RYORA ZABARJAD ALFARIIQI ONARA
NIM
Judul Artikel
EVALUASI SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BERBASIS FUZZY INFERENCE SYSTEM DI PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah serangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di Kabupaten Majalengka menggunakan metode Fuzzy Inference System (FIS). Metode FIS dipilih karena kemampuannya dalam menangani ketidakpastian dan ketidakjelasan dalam penilaian kinerja. Penelitian ini menggunakan data dari Inspektorat dan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Hasil dari penelitian menunjukkan sistem yang dibangun menggunakan FIS dalam komponennya dapat membuat proses evaluasi kinerja lebih objektif dan tidak menilai dengan cara tradisional. Beban mental inspektorat sebagai penilai dapat diringankan dengan adanya sistem ini.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Government Agency Performance Accountability System (SAKIP) is a systematic series of various activities, tools, and procedures designed for the purpose of determining and measuring, collecting data, classifying, summarizing, and reporting performance in government agencies, in the context of accountability and improving the performance of government agencies. This study aims to evaluate the performance accountability system of government agencies in Majalengka Regency using the Fuzzy Inference System (FIS) method. The FIS method was chosen because of its ability to handle uncertainty and vagueness in performance assessment. This research uses data from the Inspectorate and Regional Apparatus within the Majalengka Regency Government. The results of the study show that the system built using FIS in its components can make the performance evaluation process more objective and not assess in a traditional way. The mental burden of the inspectorate as an assessor can be lightened by this system.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save