Home
Login.
Artikelilmiahs
45656
Update
PUTRI FAJRIATIN QONA'AH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Rasio Putih Telur dan Maltodekstrin serta Suhu Pengeringan Dengan Metode Foam Mat Drying Terhadap Sifat Fisikokimia Tepung Ikan Teri Jengki (Stolephorus Indicus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ikan teri jengki (Stolephorus indicus) merupakan jenis ikan pelagis yang bernilai gizi tinggi terutama sebagai sumber protein dan kalsium. Ikan teri tergolong dalam bahan pangan mudah rusak karena memiliki kandungan air yang tinggi. Ikan teri memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada usaha pengasinan dengan metode pengeringan secara tradisional. Peningkatan nilai tambah ikan teri jengki dapat dilakukan melalui diversifikasi produk dalam bentuk tepung ikan guna menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan. Pembuatan tepung ikan teri jengki menggunakan metode foam mat drying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan rasio putih telur dan maltodekstrin serta variasi suhu pengeringan terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik tepung ikan teri jengki; dan mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor yang diuji adalah suhu pengeringan (40 dan 50°C) serta rasio putih telur dan maltodekstrin (0:20, 10:10, 15:5 dan 20:0 %). Hasil penelitian menunjukkan variasi suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap daya serap air, tingkat kecerahan, kadar air, abu, protein, lemak dan kadar karbohidrat. Sedangkan perlakuan rasio putih telur dan maltodekstrin berpengaruh nyata terhadap daya serap air, kelarutan, densitas kamba, tingkat kecerahan, kadar abu, protein, lemak dan kadar karbohidrat. Tepung ikan teri jengki dengan kombinasi perlakuan suhu 50 °C dengan rasio putih telur dan maltodekstrin 20:0 % (S2P4) menghasilkan sifat fisikokimia dan organoleptik terbaik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Anchovy (Stolephorus indicus) is a type of pelagic fish with high nutritional value, especially as a source of protein and calcium. Anchovy is classified as a perishable food because it has a high water content. Anchovy has a high economic value, but its utilization is still limited to salting efforts with traditional drying methods. Increasing the added value of anchovy can be done through product diversification in the form of fishmeal to maintain quality and extend shelf life. Anchovy flour is made using the foam mat drying method. This study aims to determine the effect of the treatment of the ratio of egg white and maltodextrin and variations in drying temperature on the physicochemical and organoleptic properties of anchovy flour; and to obtain the best combination of treatments. This study used a Completely Randomized Design (CRD) Factorial. The factors tested were the drying temperature (40 and 50°C) and the ratio of egg white and maltodextrin (0:20, 10:10, 15:5, and 20:0 %). The results showed that variations in drying temperature significantly affected water absorption, brightness color, water content, ash, protein, fat, and carbohydrate content. The treatment of egg white and maltodextrin ratio significantly affected water absorption, solubility, kamba density, brightness color, ash content, protein, fat and carbohydrate content. Anchovy jengki flour combined with a 50 °C temperature treatment with an egg white and maltodextrin ratio of 20:0 % (S2P4) produced the best physicochemical and organoleptic properties.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save