Home
Login.
Artikelilmiahs
45574
Update
MOHAMAD ROFIQ ULINUHA
NIM
Judul Artikel
DETERMINASI STATUS MUTU AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SERAYU MENUJU PENGELOLAAN DAS BERKELANJUTAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu sebagian besar telah mengalami kerusakan dan pencemaran lingkungan yang mengakibatkan menurunnya kualitas air. Masalah utama di DAS Serayu diakibatkan oleh aktivitas masyarakat, industri, dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan status mutu DAS Serayu berdasarkan parameter fisika-kimia perairan menggunakan metode Storet. Pengambilan sampel air dilakukan pada 18 stasiun dengan teknik purposive random sampling, kemudian dianalisis secara eksitu. Hasil menunjukkan bahwa status mutu DAS Serayu termasuk dalam kategori kelas C atau tercemar sedang dengan nilai -18. Nilai parameter COD, DO, dan fosfat terpantau tidak sesuai standar peruntukan yang telah ditetapkan. Sebagian besar DO kurang memenuhi standar, dimana nilai terendah berada pada stasiun 3 dengan nilai sebesar 0,58 mg/L. Nilai tertinggi COD sebesar 129,2 mg/L terdapat pada stasiun 8; dan nilai fosfat tertinggi berada pada stasiun 4 sebesar 0,58 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi DAS Serayu perlu dimonitor secara berkala. Selain itu, perlu adanya upaya pengendalian atau strategi dalam pengelolaan DAS Serayu dengan mengikutsertakan keterlibatan semua pihak, termasuk komunitas masyarakat lokal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Increasing community, industrial, and agricultural activities in the Serayu watershed have caused water quality and environmental pollution. The research aim to determine the quality status of the Serayu watershed using the Storet method based on physical and chemical parameters. Samples were collected at 18 stations using a purposive random samplintechnique and then analyzed ex-situ. The results show that the quality status of the Serayu watershed included in the class C category or moderate with a value of -18. The COD, DO and phosphate parameters values did not comply with the established standards. The lowest DO value found at station 3 of 0.58 mg/L. The highest COD value was found at station 8 of 129.2 mg/L, and the highest phosphate value was at station 4 of 0.58 mg/L. Based on the research, the Serayu watershed needs to be continuously monitored and management strategies include the involvement of all parties, including local communities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save