Home
Login.
Artikelilmiahs
45552
Update
RAHMA AHSANI AMALIA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, SIKLUS, DURASI, DAN VOLUME DARAH MENSTRUASI TERHADAP ANEMIA REMAJA PUTRI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kekurangan gizi yang banyak terjadi pada remaja putri. Asupan protein dan kehilangan darah menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat asupan protein, siklus, durasi, dan volume darah menstruasi terhadap kejadian anemia. Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik cluster random sampling sebanyak 70 responden dengan kriteria inklusi-ekslusi. Penelitian ini menggunakan SQ-FFQ untuk mengetahui tingkat asupan protein; kuesioner siklus, durasi, volume darah menstruasi untuk mengetahui riwayat menstruasi, Hb Meter Sejoy untuk mengetahui kadar Hb, serta aplikasi SPSS 26 untuk menganalisis data. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan Likelihood-Ratio dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian : Sebanyak 70% responden mengalami anemia; 88,6% memiliki asupan protein kurang; 68,6% memiliki siklus menstruasi tidak berisiko; 57,1% memiliki durasi menstruasi tidak berisiko; dan 60% memiliki volume darah menstruasi tidak berisiko. Tidak terdapat hubungan antara tingkat asupan protein (0,816) dan siklus menstruasi (0,736) terhadap kejadian anemia. Terdapat hubungan antara durasi (0,035) dan volume darah menstruasi (0,019) terhadap kejadian anemia. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat asupan protein dan siklus menstruasi terhadap kejadian anemia. Terdapat hubungan antara durasi dan volume darah menstruasi terhadap kejadian anemia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Anemia is a nutritional deficiency problem that occurs in many adolescent girls. The factors that can cause anemia is nutrient intake and blood loss. The purpose of this study was to determine correlation between the level of protein intake, cycle, duration, and volume of menstrual blood to the incidence of anemia in adolescent girls at SMP Negeri 6 Purwokerto. Methodology : This study used a cross sectional approach and cluster random sampling technique of 70 respondents with inclusion-exclusion criteria. This study used SQ-FFQ to determined the level of protein intake, cycle questionnaire, duration, menstrual blood volume to determined the menstruation history, Sejoy Hb Meter to determined Hb levels, and SPSS 26 application to analyzed all data. This study used Chi-Square and Likelihood-Ratio tests with a 95% confidence level. Results : A total of 70% of respondents experienced anemia; 88.6% had an insufficient level of protein intake; 68.6% had a menstrual cycle that was not at risk; 57.1% had a menstrual duration that was not at risk; and 60% had a menstrual blood volume that was not at risk of anemia. There was no correlation between the level of protein intake (0.816) and the menstrual cycle (0.736) on the incidence of anemia. There was a correlation between duration (0.035) and menstrual blood volume (0.019) on the incidence of anemia. Conclusion : There was no correlation between the level of protein intake and the menstrual cycle on the incidence of anemia. There was a correlation between duration and menstrual blood volume on the incidence of anemia.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save