Home
Login.
Artikelilmiahs
45472
Update
ARYASATYA AL FAIZ KUSUMA
NIM
Judul Artikel
Flowshop Scheduling Using Mixed Integer Programming to Minimize the Number of Tardy Jobs and Carbon Footprint
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penjadwalan produksi melibatkan pemeliharaan dan keterbatasan sumber daya merupakan aspek penting dalam lingkungan manufaktur modern. Masalah penjadwalan produksi ini rumit dan membutuhkan perencanaan yang cermat untuk memastikan penyelesaian pesanan tepat waktu. Penelitian sebelumnya telah meneliti berbagai pendekatan untuk meminimalkan penundaan dan mempertimbangkan dampak lingkungan seperti emisi karbon. Pabrik X, sebuah perusahaan manufaktur cetakan plastik untuk otomotif dan elektronik, menghadapi masalah keterlambatan dalam memenuhi pesanan karena penerapan metode First Come First Serve. Selain itu, perusahaan perlu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan selama proses produksi untuk mencapai net zero emission. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Integer Programming (MIP) untuk meminimasi jumlah pekerjaan yang terlambat dan jejak karbon pada penjadwalan produksi flowshop. MIP dipilih karena kemampuannya dalam memberikan solusi yang optimal meskipun membutuhkan waktu komputasi yang lama. Dari hasil penelitian yang dilakukan, model penjadwalan yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghasilkan solusi untuk produksi multi item dan multi due date dengan demand yang berbeda. Penjadwalan yang diusulkan pada penelitian ini mengurangi jumlah job yang terlambat dari tiga job menjadi satu job. Kemudian nilai total emisi karbon dari penjadwalan usulan mengalami penurunan sebesar 688,11 kgCO_2 atau 22,56% dari penjadwalan awal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Production scheduling involves maintenance and resource constraints are important aspects in a modern manufacturing environment. This production scheduling problem is complex and requires careful planning to ensure timely completion of orders. Previous research has examined various approaches to minimize delays and consider environmental impacts such as carbon emissions. X Factory, a manufacturing company of plastic moulds for automotive and electronics, faced the problem of delays in fulfilling orders due to the implementation of the First Come First Serve method. In addition, the company needs to reduce carbon emissions generated during the production process to achieve net zero emissions. This research uses the Mixed Integer Programming (MIP) method to minimize number of tardy jobs and carbon footprint in flowshop production scheduling. MIP was chosen because of its ability to provide an optimal solution even though it requires a long computation time. From the results of the research conducted, the resulting scheduling model can be used to produce solutions for multi-item and multi due date production with different demands. The proposed scheduling in this study reduces the number of tardy jobs from three jobs to one jobs. Then the total carbon emission value of the proposed scheduling has decreased by 688.11 kgCO_2 or 22.56% from the initial scheduling.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save