Home
Login.
Artikelilmiahs
45463
Update
REZA AFRILIA PUTRI HARYANDI
NIM
Judul Artikel
VARIABILITAS RUANG DAN WAKTU UAP AIR TERINTEGRASI BERBASIS PENGAMATAN GNSS-RO COSMIC 2
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Uap air merupakan salah satu parameter cuaca yang berkaitan dengan dinamika atmosfer di wilayah tropis. Penelitian ini menginvestigasi variabilitas total kandungan uap air atmosfer di wilayah Benua Maritim Indonesia terhadap fenomena dinamika atmosfer tropis. Studi ini menggunakan data Integrated Water Vapour (IWV) hasil observasi COSMIC 2 GNSS Radio Occultation sepanjang periode tahun 2020–2023. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata harian IWV bervariasi pada rentang 5 hingga 35 kg/m^2. Variasi nilai IWV terlihat berhubungan dengan beberapa fenomena dinamika atmosfer tropis, yakni gelombang Kelvin ekuatorial, MJO, monsun dan ENSO. Perambatan gelombang Kelvin ekuatorial dan MJO memicu fluktuasi nilai IWV dengan pola waktu 7–20 harian serta 36–90 harian. Aktivitas monsun pada bulan Desember-Januari-Februari (DJF) meningkatkan nilai IWV di wilayah Indonesia, sedangkan periode Juni-Juli-Agustus (JJA) menunjukkan nilai IWV yang lebih rendah. Saat fase El-Nino berlangsung, kondisi atmosfer Indonesia terdeteksi kering dengan anomali IWV berkisar antara 0 hingga –5 kg/m^2. Pada fase La Nina, atmosfer Indonesia menjadi lebih lembap dengan dengan anomali 1 – 6 kg/m^2.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Water vapour is a weather parameter associated with atmospheric dynamics in the tropical regions. This study examined the fluctuations of the total amount of water vapor in the atmosphere over Indonesian maritime continent related to the tropical dynamics phenomenon. Our study utilized the Integrated Water Vapor (IWV) over 2 km above mean sea level observed with COSMIC2 GNSS Radio Occultation from 2020 to 2023. The results demonstrated that the average daily IWV value fluctuates at range 5 and 35 kg/m^2. We found an intraseasonal IWV variations were associated with equatorial Kelvin waves propagation and the Madden-Julian Oscillation (MJO). We also showed an annual variation regarding monsoons, and an interannual fulctuation which related to the El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Equatorial Kelvin waves and MJO induce variations in Integrated Water Vapour (IWV) values with periodicity of 7 – 20 days and 36 – 90 days. The monsoon season during December-January-February (DJF) led to a rise in Integrated Water Vapour (IWV) levels in Indonesian territory; on the other hand, the period of June-July-August (JJA) was associated with decreased IWV values. Indonesia had arid atmospheric conditions during the El-Nino phase, with reported anomalies in Integrated Water Vapour (IWV) ranging from 0 to –5 kg/m^2. During the La Nina phase, the atmosphere in Indonesia experienced increased humidity, with anomalies ranging from 1 to 6 kg/m^2.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save