Home
Login.
Artikelilmiahs
45353
Update
EMYL ROHAYATI
NIM
Judul Artikel
Komunitas Bakteri Proteolitik pada Saluran Pencernaan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberi Pakan dengan Suplementasi Garam dan Ramuan Herbal
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keberadaan komunitas bakteri proteolitik pada saluran pencernaan nilem (Osteochilus vittatus) dapat dipengaruhi oleh suplementasi garam dan ramuan herbal pada pakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan, proporsi, dan indeks aktivitas bakteri proteolitik yang terdapat pada saluran pencernaan nilem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan : kontrol, garam 3%, ramuan herbal 10 mL/kg dan kombinasi garam 3% + ramuan herbal 10 mL/kg. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali pada hari pemeliharaan ke-10, 20 dan 30 dari tiga bagian usus yakni anterior, middle dan posterior kemudian dikultur pada media skim milk agar untuk perhitungan proporsi dan indeks aktivitas bakteri proteolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada semua parameter yang diamati di setiap perlakuan (P>0,05). Nilai kelimpahan bakteri proteolitik berkisar antara 3,29 – 45,49 × 106 CFU/g, proporsi bakteri proteolitik berkisar antara 18,06 – 27,78% dan nilai indeks aktivitas bakteri proteolitik berkisar antara 0,03-1,57. Suplementasi garam dan ramuan herbal pada pakan cenderung menyebabkan peningkatan kelimpahan dan proporsi bakteri proteolitik dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Sedangkan kombinasi suplementasi garam dan ramuan herbal cenderung menyebabkan peningkatan indeks aktivitas bakteri proteolitik dibandingkan dengan perlakuan lain.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The presence of proteolytic bacterial communities in the digestive tract of bonylip barb (Osteochilus vittatus) can be influenced by salt and herbal supplementation to feed. The purpose of this study was to determine abundance, proportion, and activity index of proteolytic bacteria in the digestive tract of bonylip barb. This study used an experimental method with 4 treatments and 3 replicates: control, 3% salt, 10 mL/kg herbal and combination of 3% salt + 10 mL/kg herbal. Sampling was done in 3 times on the 10th, 20th and 30th maintenance days from anterior, middle and posterior part of intestine, then cultured on skim milk agar for calculation proportion and activity index of proteolytic bacteria. The results showed that no significant differences in all parameters (P>0.05). The abundance of proteolytic bacteria ranged from 3,29– 45,49 × 106 CFU/g, proportion of proteolytic bacteria ranged from 18,06–27,78% and activity index of proteolytic bacteria ranged from 0.03-1.57. Salt and herbal supplementation to feed tended to increase abundance and proportion of proteolytic bacteria compared to the control treatment. Meanwhile, combination of salt and herbal supplementation tended to increase proteolytic bacterial activity index compared to other treatments.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save