Home
Login.
Artikelilmiahs
45350
Update
NOVIA DINDA PUSPITA SARI
NIM
Judul Artikel
Komunitas Bakteri Amilolitik Pada Saluran Pencernaan Nilem (Osteochilus vittatus) Yang Diberi Pakan Dengan Suplementasi Garam dan Ramuan Herbal
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bakteri amilolitik dapat ditemukan pada saluran pencernaan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi garam dan ramuan herbal terhadap kelimpahan, proporsi, dan indeks aktivitas bakteri amilolitik pada saluran pencernaan nilem (Osteochillus vittatus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi kontrol, suplementasi garam krosok 3%, ramuan herbal 10 mL/kg, dan suplementasi garam krosok 3% + ramuan herbal 10 mL/kg. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari, sampel yang diuji diambil dari 3 bagian usus kemudian dikultur pada media TSA yang telah ditambah dengan pati 1% untuk melihat aktivitas dan proprosi bakteri amilolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan dan proporsi bakteri amilolitik pada ketiga perlakuan suplementasi lebih tinggi dibanding kontrol. Namun, nilai indeks aktivitas amilolitik pada ketiga perlakuan lebih rendah dibandingkan kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan kelimpahan, proporsi, dan indeks aktivitas bakteri amilolitik tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05). Hal tersebut mengindikasikan suplementasi garam dan ramuan herbal menyebabkan aktivitas bakteri amilolitik menjadi berkurang pada saluran pencernaan nilem (Osteochillus vittatus).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Amylolytic bacteria are present within digestive tract of fish. The purpose of this study was to determine effect of salt supplementation and herbal ingredients on abundance, proportion and, activity index of amylolytic bacteria within digestive tract of nilem (Osteochillus vittatus). This study used an experimental design comprising 4 treatments and 3 replicates. Treatments included control, supplementation of 3% salt, 10 mL/kg herbal concoction, and supplementation of 3% salt + 10 mL/kg herbal concoction. Maintenance period was 30 days, samples tested were taken from 3 parts of intestine and then cultured on TSA media supplemented with 1% starch to ascertain activity and proportion of amylolytic bacteria. The results showed that the abundance and proportion of amylolytic bacteria in the three supplementation treatments were higher than the control. However, the amylolytic activity index value in the three treatments was lower than the control. Statistic test results showed that abundance, proportion, and activity index of amylolytic bacteria not significantly different between treatments (P>0.05). This indicates that salt supplementation and herbal ingredients cause amylolytic bacteria activity to be reduced in the nilem (Osteochillus vittatus) digestive tract.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save