Home
Login.
Artikelilmiahs
45243
Update
NABILA AYU FITRIANI
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Kode Etik Penyelaman dalam Upaya Konservasi Terumbu Karang di Pulau Selayar : Pemantauan Kondisi Karang dan Pola Perilaku Penyelam
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pariwisata selam SCUBA yang sedang naik daun di Pulau Selayar memberikan dampak positif bagi perekonomian, tetapi dapat memberikan ancaman bagi karang. Hal ini disebabkan oleh perilaku penyelam yang tidak baik, seperti berpegangan dengan karang. Kontak tersebut dapat diminimalisasi dengan cara meningkatkan tata kelola pada pusat penyelaman. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan karang lebih lanjut akibat kegiatan penyelaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi karang di Pulau Selayar, pola perilaku penyelam, dan pelaksanaan kode etik penyelaman. Metode yang digunakan adalah observasi langsung terhadap perilaku penyelam, pelaksanaan kode etik, sikap pemandu selam selama penyelaman berlangsung, dan penilaian materi pre dive briefing. Hasil pengamatan menunjukkan tutupan karang pada stasiun dengan intensitas penyelaman tertinggi termasuk ke dalam kategori sedang sedangkan pada stasiun dengan intensitas penyelaman terendah termasuk ke dalam kategori tinggi. Sebanyak 82% penyelam berperilaku tidak baik sehingga 25% karang yang terjadi kontak mengalami kerusakan. Kode etik penyelaman ramah lingkungan telah dijalankan Sebagian oleh Selayar Dive Adventure, tetapi masih diperlukan peningkatan kode etik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
SCUBA diving tourism on Selayar Island has a positive impact on the economy, but can pose a threat to corals. This is due to divers' poor behavior, such as contact with corals. Such contact can be minimized by improving governance at dive centers. This research needs to be conducted to prevent further coral damage due to diving activities. The purpose of this study was to determine the condition of corals on Selayar Island, diver behavior patterns, and the implementation of the diving code of ethics. The method used was direct observation of diver behavior, implementation of the code of conduct, dive guide attitude during the dive, and assessment of pre dive briefing material. The results showed that coral cover at the station with the highest dive intensity was categorized as medium while at the station with the lowest dive intensity was categorized as high. As many as 82% of divers behaved badly so that 25% of corals in contact were damaged. Selayar Dive Adventure has partially implemented an eco-diving code of conduct, but improvements are still needed.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save