Home
Login.
Artikelilmiahs
44996
Update
MUTIARA SELLI APRILINA
NIM
Judul Artikel
PENGUKURAN WAKTU KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA MENGGUNAKAN ANALISIS STUDI WAKTU PADA PENGGILINGAN GABAH DI “TEACHING INDUSTRY” UNSOED
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rice Milling Unit (RMU) “Teaching Industry” merupakan salah satu unit usaha yang dimiliki Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Usaha ini bergerak di bidang pertanian, khususnya penggilingan gabah. Tenaga kerja dalam proses penggilingan gabah sangat berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi terhadap tercapainya target produksi. Tenaga kerja pada konteks ergonomi merupakan fokus utama dalam merancang lingkungan kerja yang baik dan perbaikan sistem kerja. Menerapkan prinsip ergonomi pada suatu perusahaan, dapat meningkatkan produktivitas dan menghasilkan produk yang lebih baik. Salah satu cabang dari ilmu ergonomi yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah pengukuran waktu kerja. Pengukuran waktu kerja pada RMU “Teaching Industry” Unsoed menggunakan analisis studi waktu untuk mengetahui bagaimana waktu digunakan dalam proses rangkaian penggilingan gabah serta untuk menemukan cara bagaimana mengoptimalkan penggunaan waktu. Jika meningkatkan kapasitas produksi pada RMU Teaching Industry UNSOED, maka perlu memperhatikan waktu kerja agar pelaksanaan kerjanya menjadi optimal. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur waktu setiap elemen kerja pada penggilingan gabah untuk dianalisis waktunya dan menggunakan stopwatch. Analisis data yang digunakan yaitu uji kecukupan data, uji keseragaman data, serta perhitungan waktu baku dan waktu normal. Berdasarkan rangkaian proses penggilingan gabah pada RMU ”Teaching Industry” Unsoed, pembagian elemen kerja pada penelitian ini dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu proses penggilingan gabah dan proses pengemasan beras. Setelah dilakukan pembagian elemen kerja, maka analisis waktu kerja diperoleh waktu baku pada proses penggilingan gabah sebesar 5.920,55 detik/100 kg beras dan proses pengemasan beras sebesar 27.549,81 detik/100 kg beras. Waktu baku yang diperoleh masih tergolong lama jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, sehingga membutuhkan rekomendasi perbaikan sistem kerja. Adapun rekomendasi perbaikan proses penggilingan gabah yang bisa diberikan yaitu menghilangkan elemen yang tidak diperlukan, melakukan perawatan dan perbaikan secara keseluruhan terhadap semua alat mesin pada RMU “Teaching Industry” Unsoed, dan meletakkan ember pada saat pergantian karung di lubang outlet sehingga tidak menambahkan pekerjaan untuk mengumpulkan beras yang jatuh tercecer. Rekomendasi perbaikan juga terdapat pada proses pengemasan beras yaitu menghilangkan elemen penyortiran beras. Selain pada proses penggilingan gabah dan pengemasan beras, rekomendasi perbaikan juga terdapat pada lingkungan kerja pada proses penggilingan gabah yaitu pekerja diharapkan menggunakan masker.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Rice Milling Unit (RMU) "Teaching Industry" is a business unit owned by Jenderal Soedirman University (Unsoed). This business operates in the agricultural sector, specifically in rice milling. Labor in the rice milling process significantly impacts production and operations in achieving production targets. In the context of ergonomics, labor is the main focus in designing a good work environment and improving work systems. Applying ergonomic principles in a company can increase productivity and produce better products. One branch of ergonomics that affects work productivity is work time measurement. Work time measurement at RMU "Teaching Industry" Unsoed uses time study analysis to understand how time is used in the rice milling process and to find ways to optimize time usage. If the production capacity at RMU Teaching Industry Unsoed is to be increased, work time must be considered to ensure optimal work execution. Data collection was done by measuring the time for each work element in the rice milling process for time analysis and using a stopwatch. The data analysis used included data sufficiency tests, data uniformity tests, and the calculation of standard time and normal time. Based on the series of rice milling processes at RMU "Teaching Industry" Unsoed, the division of work elements in this study was grouped into two categories: the rice milling process and the rice packaging process. After the division of work elements, work time analysis showed a standard time of 5,920.55 seconds/100 kg of rice for the rice milling process and 27,549.81 seconds/100 kg of rice for the rice packaging process. The obtained standard time is still relatively long compared to previous studies, thus requiring recommendations for work system improvements. The recommended improvements for the rice milling process include eliminating unnecessary elements, performing comprehensive maintenance and repairs on all machinery at RMU "Teaching Industry" Unsoed, and placing a bucket during sack change at the outlet hole to avoid the extra task of collecting spilled rice. Recommendations for the rice packaging process include eliminating the rice sorting element. Additionally, for the work environment in the rice milling process, it is recommended that workers wear masks.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save