Home
Login.
Artikelilmiahs
44824
Update
ANNISA DWI MARIANI
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Tumbuhan Paku Epifit di Kawasan Curug Cipendok Lereng Selatan Gunung Slamet Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tumbuhan paku epifit biasanya hidup menempel pada pohon. Curug Cipendok merupakan air terjun yang berada di kawasan hutan yang lembab dan basah. Kondisi lingkungan tersebut sesuai untuk habitat tumbuhan paku epifit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan paku epifit dan pohon inangnya dan juga mengetahui hubungan kemiripan tumbuhan paku epifit berdasarkan karakter morfologi di kawasan Curug Cipendok. Penelitian ini dilakukan sepanjang jalur pendakian kawasan Curug Cipendok pada tiga ketinggian yaitu ketinggian 700-800 mdpl, 800-900 mdpl, dan 900-1.000 mdpl. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode jelajah dengan teknik purposive sampling. Untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan paku dianalisis menggunakan indeks Shannon Wiener dan untuk hubungan kemiripannya dilakukan analisis fenetik dengan metode Neighbor Joining Tree dan Bootstrap method menggunakan software MEGA versi 11. Hasil dari penelitian ini didapatkan 12 spesies tumbuhan paku epifit yang berasal dari 6 famili yaitu Asplenium nidus, Asplenium serratum, Asplenium cuneatum, Nephrolepis biserrata, Nephrolepis exaltata, Nephrolepis cordifolia, Aglaomorpha heraclea, Aglaomorpha fortunei, Bolbitis auriculata, Dryopteris sparsa, Davallia solida, dan Lindsaea odorata. Pohon inang ditemukan sebanyak 11 spesies yang berasal dari 10 famili. Penelitian ini dilakukan pada tiga ketinggian dengan menghasilkan indeks keanekaragaman jenis (H’) tumbuhan paku epifit tertinggi terdapat pada ketinggian II (800-900 mdpl) dengan nilai H’=1,41. Fenogram hubungan kemiripan antar spesies tumbuhan paku epifit yang ditemukan di kawasan Curug Cipendok terbagi menjadi dua klaster dengan karakter morfologi yang membedakan yaitu tipe daun. Hubungan kemiripan tumbuhan paku epifit yang terdekat yaitu antara Asplenium nidus dan Asplenium serratum karena memiliki nilai bootstrap yang paling tinggi yaitu sebesar 99%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Epiphytic ferns usually live attached to trees. Curug Cipendok is a waterfall located in a humid and wet forest area. These environmental conditions are suitable for the habitat of epiphytic ferns. This study aims to determine the diversity of epiphytic ferns and their host trees and also to determine the similarity of epiphytic ferns based on morphological characters in the Cipendok waterfall area. This research was conducted along the Curug Cipendok hiking trail at three altitudes, namely 700-800 meters above sea level, 800-900 meters above sea level, and 900-1,000 meters above sea level. The research method used is the cruising method with purposive sampling technique. To determine the diversity of ferns analyzed using the Shannon Wiener index and for the relationship of similarity is done phenetic analysis with Neighbor Joining Tree method and Bootstrap method using MEGA software version 11. The results of this study obtained 12 species of epiphytic ferns derived from 6 families namely Asplenium nidus, Asplenium serratum, Asplenium cuneatum, Nephrolepis biserrata, Nephrolepis exaltata, Nephrolepis cordifolia, Aglaomorpha heraclea, Aglaomorpha fortunei, Bolbitis auriculata, Dryopteris sparsa, Davallia solida, and Lindsaea odorata. Host trees were found to be 11 species belonging to 10 families. This study was conducted at three altitudes with the highest species diversity index (H') of epiphytic ferns found at altitude II (800-900 masl) with a value of H'=1.41. Phenogram of similarity relationships between species of epiphytic ferns found in the Curug Cipendok area is divided into two clusters with distinguishing morphological characters, namely leaf type. The closest epiphytic fern similarity relationship is between Asplenium nidus and Asplenium serratum because it has the highest bootstrap value of 99%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save