Home
Login.
Artikelilmiahs
44682
Update
RAHMA DANA YAMSUN
NIM
Judul Artikel
Hubungan Status Gizi Stunting dengan Status Karies pada Anak Usia 30-59 Bulan di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Stunting adalah bentuk kegagalan pertumbuhan pada anak akibat defisiensi zat gizi terutama pada masa 1000 hari pertama kelahiran (HPK). Kekurangan asupan gizi (protein) dan defisiensi mikronutrien (vitamin, zinc, dan zat besi) memiliki pengaruh langsung terhadap jumlah dan komposisi saliva sehingga menyebabkan keterbatasan fungsi saliva sebagai efek protektif dalam rongga mulut. Oleh karena itu, karies dapat lebih berisiko terjadi pada anak stunting karena ketidakcukupan asupan gizi dalam masa 1000 hari pertama kehidupan. Kecamatan Cilongok adalah Kecamatan yang menjadi salah satu lokus stunting di Kabupaten Banyumas karena masih memiliki kasus stunting yang tinggi sehingga terdapat kemungkinan bahwa lokasi tersebut memiliki kasus karies yang tinggi pada anak stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi stunting dengan status karies pada anak usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 30-59 bulan yang berada di Desa Sokawera, Desa Gununglurah, Desa Karangtengah, dan Desa Cilongok. Sampel penelitian menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Total jumlah subjek penelitian adalah 178 anak. Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu sangat pendek, pendek, dan normal yang dikategorikan berdasarkan nilai z-score. Alat ukur yang digunakan berupa stadiometer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan antara status gizi stunting dengan status karies (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan dengan tingkat keeratan sangat lemah antara status gizi stunting pada anak usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok dengan status karies.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Stunting is a growth failure in children due to nutritional deficiencies during the first 1000 days of life. Lack of nutritional intake (protein) and deficiency of micronutrients (vitamins, zinc and iron) will affect the amount and composition of saliva, causing limitations in the function of saliva to protect the oral cavity. Therefore, the risk of caries is greater in stunted children due to nutritional intake in the first 1000 days of life. Cilongok District is one of the stunting special location in Banyumas Regency which has high cases of stunting, so there is a possibility this location has high cases of caries in stunted children. The aim of this study was to determine the relationship between stunting nutritional status and caries status on children aged 30-59 months in Cilongok District, Banyumas Regency. This research method is analytical observational with a cross sectional approach. The population were children aged 30-59 months residing in Sokawera Village, Gununglurah Village, Karangtengah Village, and Cilongok Village. The research sample used total sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The total respondents were 178 children. Respondents were divided into 3 groups, severely stunted, stunted, and normal which categorized based on the z-score value. The measuring instrument is a stadiometer. Data analysis was performed by spearman test. The results showed, there was a relationship between stunting nutritional status and caries status (p<0.05). This study found, there is a very low relationship between stunting nutritional status and caries status in children aged 30-59 months in Cilongok District.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save