Home
Login.
Artikelilmiahs
44671
Update
DESTIARA SYAIFILA MAULIDIVA
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PENENTUAN BANDARA HUB AND SPOKE DI PULAU JAWA, KALIMANTAN, DAN SULAWESI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSPORTASI UDARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pusat pemerintahan di Indonesia berpindah ke IKN di Kalimantan pada 2024 diprediksi menyebabkan perpindahan pusat pergerakan transportasi udara. Transportasi udara di negara ini masih menerapkan tipe pergerakan point to point, hal tersebut dinilai kurang efektif akibat besarnya jumlah pasangan rute asal tujuan bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efektifitas transportasi udara yang dihasilkan di pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi apabila penerbangan berpusat di kalimantan Timur dengan menggunakan tipe pergerakan hub spoke pada tahun 2019-2022. Herfindahl-Hirschmann Index (HHI) digunakan untuk mengetahui jumlah bandara hub yang dibutuhkan dengan menggunakan data jumlah angkutan bagasi pesawat yang melayani wilayah penelitian. Penerbangan dikatakan ideal apabila memiliki nilai efisiensi transportasi 49-52%. Hasil analisis HHI didapatkan pada tahun 2019, 2020, dan 2021 sebanyak 2 hub dan pada tahun 2022 sebanyak 1 hub. Nilai efisiensi Et pada 4 tahun adalah 51.094%, 73,077%, 125,650%, dan 37,584%. Hasil analisis dengan mengubah tipe pergerakan menjadi hub spoke dengan Bandara Soekarno Hatta di Jawa dan Bandara Sultan Hasanuddin di Sulawesi sebagai hub serta pemusatan penerbangan menuju Bandara Sepinggan di Kalimantan, didapatkan hasil ET sebesar 18,60%. Diketahui bahwa jumlah kapasitas pesawat dan jadwal pelayanan penerbangan dapat mempengaruhi hasil efisiensi transportasi suatu penerbangan disamping banyaknya jumlah produksi angkutan penumpang dan barang. Penelitian selanjutnya agar mencakup penerbangan di seluruh Indonesia dan juga penerbangan internasional sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan pembangunan transportasi udara.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The center of government in Indonesia move to IKN in Kalimantan in 2024 predicted to cause a shift of air transportation movements. Air transportation in this country still applies a point to point type of movement, which is considered less effective due to the large number of airport destination origin route pairs. This study aims to determine the value of air transportation effectiveness generated on the islands of Java, Kalimantan and Sulawesi if flights are centered in East Kalimantan using the hub spoke movement type in 2019-2022. The Herfindahl-Hirschmann Index (HHI) is used to determine the number of hub airports needed using data on the amount of aircraft baggage transportation serving the study area. Aviation can be classified as ideal if it has a transportation efficiency value of 49-52%. The results of the HHI analysis were obtained in 2019, 2020, and 2021 with 2 hubs and in 2022 with 1 hub. The efficiency in 4 years are 51.094%, 73.077%, 125.650%, and 37.584%. After analyzing by changing the type of movement to hub spoke with Soekarno Hatta Airport in Java and Sultan Hasanuddin Airport in Sulawesi as hubs and centralizing flights to Sepinggan Airport in Kalimantan, obtained an ET result of 18.60%. It is known that the amount of aircraft capacity and flight service schedules can affect the results of the transportation efficiency of a flight in addition to the amount of passenger and freight transportation production. Future research should include flights throughout Indonesia and also international flights so that they can be useful for improving air transportation development
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save