Home
Login.
Artikelilmiahs
44473
Update
SAIFUL AMRI
NIM
Judul Artikel
Advokasi Digital Netizen Milenial Terhadap Isu Kekerasan Seksual (Analisis Konten Media Sosial di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat akhir – akhir ini dan salah satu bidang teknologi tersebut adalah teknologi internet. Internet menarik banyak kalangan di masyarakat karena internet dinilai membantu masyarakat dalam membantu menyelesaikan setiap masalah tak terkecuali masalah – masalah publik seperti kekerasan seksual. Maka dari itu internet mulai dimanfaatkan masyarakat khususnya Netizen Milenial untuk melakukan advokasi digital isu publik terutama isu kekerasan seksual yang sedang marak diperbincangkan masyarakat Indonesia karena setiap tahun mengalami penambahan kasus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik Pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah peran generasi Internet dalam proses advokasi digital isu kekerasan seksual. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis konten dan analisis wacana, sedangkan untuk pengujian validitas data peneliti menggunakan uji validitas triangulasi data dan penggunaan bahan referensi dan uji reliabilitas dengan mengaudit secara keseluruhan proses penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam proses advokasi digital netizen milenial mempunya peran yang sangat besar. Dari temuan peneliti, Netizen Milenial mampu bekerja dalam setiap tahapan proses advokasi digital berdasarkan teori dari John Hopkins University dengan baik
Abtrak (Bhs. Inggris)
Technology has developed very rapidly lately and one of the technology fields is internet technology. The internet attracts many people in society because the internet is considered to help the community in helping to solve every problem, including public problems such as sexual violence. Therefore, the internet began to be used by the public, especially Millennial Netizens, to carry out digital advocacy on public issues, especially the issue of sexual violence, which is being discussed by the Indonesian people because every year there are additional cases. This research uses descriptive qualitative research methods. In this study, the sampling technique used was purposive sampling. The data collection techniques used by researchers in this research are observation, interviews, and documentation. The focus of this research is the role of the Internet generation in the digital advocacy process on the issue of sexual violence. In this study, researchers used content analysis and discourse analysis methods, while for data validity testing researchers used data triangulation validity tests and the use of reference materials and reliability tests by auditing the entire research process. The results of this study conclude that in the digital advocacy process millennial netizens have a very large role. From the researcher's findings, Millennial Netizens are able to work in each stage of the digital advocacy process based on the theory of John Hopkins University well.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save