Home
Login.
Artikelilmiahs
44448
Update
ARUM RENI PRATAMA
NIM
Judul Artikel
Keragaan Perikanan Tangkap Di Waduk Kedung Ombo Kabupaten Sragen
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perairan waduk Kedung Ombo Kabupaten Sragen memiliki potensi yang besar di bidang perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keragaan perikanan tangkap serta potensi pengembangan perikanan tangkap di waduk Kedung Ombo. Metode penelitian ini yaitu menggunakan wawancara, data sekunder dan pengamatan langsung. Keragaan perikanan tangkap di waduk Kedung Ombo meliputi rumah tangga perikanan, alat tangkap, armada penangkapan, volume produksi penangkapan, nilai produksi perikanan, jenis dan hasil tangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga perikanan tertinggi pada tahun 2014 sejumlah 621. Jumlah armada penangkapan tertinggi pada tahun 2022 sebanyak 634 dengan alat tangkap dominan berupa gill net. Nelayan waduk Kedung Ombo Kabupaten Sragen termasuk kedalam kategori nelayan kecil karena nelayan menggunakan jenis perahu <5GT dan melakukan penangkapan harian.Volume produksi tertinggi pada 2019 sebesar 2.137.387 kg dengan nilai produksi sebesar Rp. 41.452.428.000. Produksi pada tahun 2020 mengalami penurunan diakibatkan karena pandemi Covid-19. Jenis tangkapan nelayan terdiri dari 11 kategori dengan tangkapan dominan yaitu ikan nila. Ikan spesies asli produksi nya tidak dominan dibandingkan dengan nila sehingga perlu dilakukan restocking spesies asli.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The waters of the Kedung Ombo reservoir, Sragen Regency, have great potential in the fisheries sector. The aim of this research is to determine the performance of capture fisheries and the potential for development of capture fisheries in the Kedung Ombo reservoir. This research method uses interviews, secondary data and direct observation. Capture fisheries performance in the Kedung Ombo reservoir includes fishing households, fishing gear, fishing fleet, fishing production volume, fishery production value, types and results of fish catches. The research results show that the highest number of fishing households in 2014 was 621. The highest number of fishing fleets in 2022 was 634 with the dominant fishing gear being gill nets. Fishermen from the Kedung Ombo Reservoir, Sragen Regency are included in the small fishermen category because the fishermen use boats <5GT and carry out daily fishing. The highest production volume in 2019 was 2,137,387 kg with a production value of Rp. 41,452,428,000. Production in 2020 experienced a decline due to the Covid-19 pandemic. The types of fishermen's catches consist of 11 categories with the dominant catch being tilapia. The production of native species of fish is not dominant compared to tilapia, so it is necessary to restock native species.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save