Home
Login.
Artikelilmiahs
44392
Update
FAIZAH AURELISTA OKTAVIANA
NIM
Judul Artikel
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR NANOEMULSI MINYAK ATSIRI KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) TERHADAP Aspergillus niger DAN Candida albicans
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Cinnamomum burmanii dikenal memiliki kandungan utama sinamaldehida yang memiliki potensi tinggi terhadap aktivitas antijamur, termasuk jamur penyebab otomikosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat dan konsentrasi hambat minimum (KHM) nanoemulsi minyak atsiri kayu manis terhadap jamur A. niger dan C. albicans pada kondisi otomikosis. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, pengujian aktivitas antijamur A. niger dan C. albicans pada sediaan nanoemulsi dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dan metode dilusi. Ketokonazol 6% digunakan sebagai kontrol positif dan F0 (nanoemulsi tanpa minyak atsiri) digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil Penelitian: Nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan metode difusi cakram memberikan aktivitas antijamur dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 30,08±8,10 mm untuk A. niger dan 28,5±3,15 mm untuk C. Albicans, sedangkan dengan metode dilusi memberikan nilai rata-rata OD sebesar 0,011±0,00 untuk A. niger dan menghasilkan OD 0,003±0,00 untuk C. Albicans pada konsentrasi 0,06%. Kesimpulan: Kekuatan daya hambat antifungi yang dihasilkan dari sediaan nanoemulsi minyak atsiri kayu manis memiliki aktivitas antijamur lebih baik jika dibandingkan kontrol positif (ketokonazol 6%) dan kontrol negatif (F0).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Cinnamomum burmanii is known to have cinnamaldehyde as the main component which has high potential for antifungal activity, including fungi that cause otomycosis. This study aims to determine the diameter of the inhibition zone and the minimum inhibitory concentration (MIC) of cinnamon essential oil nanoemulsion against A. niger and C. albicans fungi under otomycosis conditions. Methodology: This study is a laboratory experimental study performing antifungal activity test of nanoemulsion preparations on A. niger and C. albicans which was carried out using disc diffusion method and dilution method. 6% Ketoconazole was used as positive control and F0 (nanoemulsion without essential oil) was used as negative control. Results: Cinnamon essential oil nanoemulsion with disc diffusion method has antifungal activity with an average inhibition zone diameter of 30,08±8,10 mm on A. niger and 28,5±3,15 mm on C. albicans, while nanoemulsion with dilution method has an average OD value of 0,011±0,00 against A. niger and 0,003±0,00 against C. albicans at a concentration of 0.06%. Conclusion: The antifungal inhibition strength from cinnamon essential oil nanoemulsion preparation shows better antifungal activity compared to the positive control (6% ketoconazole) and negative control (F0).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save