Home
Login.
Artikelilmiahs
44324
Update
SAFIRA ALIFTIANING AFIFAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Nilai Tambah Kopi Beras menjadi Kopi Bubuk pada Agroindustri UMKM Kopi di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Melung merupakan desa yang memiliki agroindustri UMKM pengolahan kopi di Kabupaten Banyumas. Komoditas kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peran penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Terdapat peluang untuk munculnya ide usaha pengolahan dengan memanfaatkan kopi sebagai bahan baku untuk meningkatkan nilai tambah produk. Responden merupakan pelaku usaha mikro yang bergerak dibidang pengolahan pangan yang memanfaatkan biji kopi mentah sebagai bahan baku utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sistem pengolahan kopi beras sebagai bahan baku utama dan proses produksi usaha agroindustri kopi bubuk di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (2) Menghitung besar biaya total, penerimaan dan keuntungan usaha pengolahan kopi beras menjadi kopi bubuk di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, (3) Menghitung besarnya nilai tambah (added value) pengolahan dari kopi beras menjadi kopi bubuk di Desa Melung, Kecamatan Kedungbantang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2023. Lokasi penelitian ditentukan dengan secara purposive di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan daerah yang mempunyai agroindustri kopi di Kecamatan Kedungbanteng. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus atau sampling total. Sampel pada penelitian ini adalah agroindustri UMKM kopi yang berjumlah 4. UMKM tersebut meliputi: Lungcoffee, Meletup, Kopine Inyong, dan Kopi Melung. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menganalisis biaya dan pendapatan, dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Usaha pengolahan kopi menggunakan metode modern, semi modern, dan tradisional; (2) Usaha pengolahan kopi beras menjadi kopi bubuk di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas menguntungkan. Proses produksi kopi bubuk rata-rata mengeluarkan total biaya selama satu kali proses produksi sebesar Rp516.575, dengan penerimaan yang didapat sebesar Rp857.500 sehingga memperoleh keutungan rata-rata sebesar Rp382.131; (3) Nilai tambah kopi beras menjadi kopi bubuk pada usaha yang dijalankan pengrajin di Desa Melung sebesar Rp48.764,56 per kilogram dengan persentase sebesar 51,18 persen, maka termasuk kedalam kategori tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The village of Melung is a village that has small and medium-sized coffee processing agro-industries in Banyumas Regency. Coffee is one of the plantation commodities that plays an important role in economic activities in Indonesia. There are opportunities for the emergence of processing business ideas utilizing coffee as a raw material to increase the added value of products. Respondents are micro entrepreneurs engaged in food processing utilizing raw coffee beans as their main raw material. This research aims to: (1) Determine the rice coffee processing system as the main raw material and the production process of powdered coffee agro-industry in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, Central Java; (2) Calculate the total cost, revenue, and profit of processing rice coffee into powdered coffee in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, Central Java; (3) Calculate the amount of value added from rice coffee processing into powdered coffee in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, Central Java. The research was conducted from June to August 2023. The research location was determined purposively in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, Central Java. This is based on the consideration that the village has a coffee agro-industry in Kedungbanteng District. The research method used was a survey method. Sample selection in this study used census or total sampling. The samples in this study were 4 coffee UMKM agro-industries, including: Lungcoffee, Meletup, Kopine Inyong, and Kopi Melung. The data analysis used descriptive analysis to analyze costs and revenues, and value-added analysis. The results showed: (1) Coffee processing businesses use modern, semi-modern, and traditional methods; (2) Processing rice coffee into powdered coffee in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency is profitable. The average production process of powdered coffee incurs a total cost of Rp516,575 per production process, with revenue of Rp857,500, resulting in an average profit of Rp382,131; (3) The added value of rice coffee into powdered coffee in the businesses run by artisans in Melung Village is Rp48,764.56 per kilogram with a percentage of 51.18 percent, thus falling into the high category.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save