Home
Login.
Artikelilmiahs
44129
Update
HANIF NOOR FAUZAN
NIM
Judul Artikel
Keragaman Genetik Padi Berdasarkan Marka Molekuler Terpaut Kandungan Zink Tinggi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Zink merupakan mikronutrien esensial bagi kehidupan manusia. Rata-rata kebutuhan untuk laki-laki dewasa (19–50 tahun) adalah 9,4 mg/hari, sedangkan untuk perempuan dewasa (19–50 tahun) adalah 6,8 mg/hari. Kandungan zink pada beras hasil penggilingan mengandung sebanyak 12 mg/kg. Adapun rata-rata konsumsi beras perorang di Indonesia pada tahun 2018 adalah 265,9 g/hari maka, kebutuhan zink dari beras masih belum tercukupi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan biofortifikasi tanaman padi untuk meningkatkan kandungan zink dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut. Target minimal dari kandungan beras biofortifiksi adalah 2,2 mg/100 g. Sebelum menentukan kegiatan pemuliaan tanaman, perlu diketahui terlebih dahulu keragaman genetik padi, salah satunya melalui marka molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik padi berdasarkan profil marka molekuler terpaut kandungan zink tinggi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman serta Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Desember 2023–Maret 2024. Primer SSR yang digunakan RRM 3331, RM 17, RM 247, RM 12276, RM 234, RM 248, RM 1132, RM 223, dan RM 152 berhasil mengamplifikasi 88 genotipe padi dan menghasilkan polimorfisme. Dari 88 genotip padi namun hanya 72 genotip padi yang terkelompok menjadi 16 klaster dengan nilai koefesien kemiripan 0,62. Berdasarkan nilai koefesien kemiripan 0,62 tersebut keragaman genetik padi pada penelitian ini sempit.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Zinc is an essential micronutrient for human life. The average requirement for adult men (19–50 years) is 9.4 mg/day, while for adult women (19–50 years) it is 6.8 mg/day. The zinc content in milled rice is 12 mg/kg. The average consumption of rice per person in Indonesia in 2018 was 265.9 g/day, so the need for zinc from rice is still not sufficient. Therefore, it is necessary to biofortify rice plants to increase the zinc content in an effort to meet these needs. The minimum target for biofortified rice content is 2.2 mg/100 g. Before determining plant breeding activities, it is necessary to first know the genetic diversity of rice, one of which is through molecular markers. This research aims to determine the genetic diversity of rice based on molecular marker profiles related to high zinc content. The research was conducted at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and the Research Laboratory of Jenderal Soedirman University in December 2023–March 2024. The SSR primers used were RRM 3331, RM 17, RM 247, RM 12276, RM 234, RM 248, RM 1132, RM 223, and RM 152 succeeded in amplifying 88 rice genotypes and producing polymorphisms. Among 88 rice genotypes, only 72 rice genotypes were grouped into 16 clusters with a similarity coefficient value of 0.62. Based on the similarity coefficient value of 0.62, the rice genetic diversity in this research is narrow.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save