Home
Login.
Artikelilmiahs
44091
Update
R. GENTA TIRTA SAPUTRA
NIM
Judul Artikel
Perkembangan Koloni Tetragonula biroi di Lahan Pekarangan Desa Langgongsari
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Budidaya lebah klanceng sudah banyak dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia. Lebah Tetragonula biroi merupakan salah satu jenis lebah tanpa sengat yang mudah dibudidayakan. Lebah T. biroi membutuhkan pakan berupa nektar dan tepung sari (polen) yang diperoleh dari tanaman di sekitar sarang. Tanaman pekarangan (home garden) sebagai sumber pakan yang tersedia sepanjang tahun akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan koloni lebah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perkembangan jumlah sel anakan, sel madu, dan sel polen di Desa Langgongsari, serta mengetahui korelasi perkembangan sel anakan, sel madu, dan sel polen dengan suhu (dalam dan luar sarang), kelembapan udara, dan jumlah tanaman berbunga di sekitar sarang yang ada di lahan pekarangan Desa Langgongsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik random sampling. Jumlah sel anakan, sel madu, dan sel polen dihitung setiap minggu selama 6 minggu. Data yang didapatkan di analisis secara deskriptif, uji korelasi berganda menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan suhu di dalam sarang dan jumlah tanaman berbunga di sekitar sarang mempengaruhi perkembangan koloni.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Melliponiculture has been widely practiced in several regions in Indonesia. Tetragonula biroi is one type of stingless bee that is easy to cultivate. T. biroi bees need food in the form of nectar and flower pollen (pollen) obtained from plants around the nest. Home garden plants as a source of food that is available throughout the year will support the growth and development of bee colonies. This study aims to determine the development pattern of the number of brood cells, honey cells, and pollen cells in Langgongsari Village, and to determine the correlation of the development of brood cells, honey cells, and pollen cells with temperature (inside and outside the hive), air humidity, and the number of flowering plants around the hive in the yard of Langgongsari Village. The method used in this research is survey method with random sampling technique. The number of pupae cells, honey cells, and pollen cells were counted every week for 6 weeks. The data obtained were analyzed descriptively, multiple correlation tests using SPSS software. The results of this study indicate that the temperature inside the nest and the number of flowering plants around the nest affect the development of colonies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save