Home
Login.
Artikelilmiahs
44071
Update
NUR AMALINA MUFIDAH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Jumlah Penduduk, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Inflasi dan Angka Melek Huruf Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Wilayah Barlingmascakeb
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengangguran merupakan banyaknya angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan namun aktif mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan pekerjaan baru atau tidak aktif mencari kerja karena sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Pengangguran diukur menggunakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Wilayah Barlingmascakeb cenderung memiliki nilai rata-rata Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pertahun lebih tinggi dibandingan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah sendiri. Hal tersebut dapat berdampak pada masalah ekonomi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari jumlah penduduk, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), inflasi dan angka melek huruf terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Wilayah Barlingmascakeb. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yaitu data variabel jumlah penduduk, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), inflasi dan angka melek huruf, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara tahunan dari 2007 – 2022 dan pada lima kabupaten yaitu Wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT, variabel UMK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, variabel inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT dan angka melek huruf tidak berpengaruh terhadap TPT. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah meningkatnya jumlah penduduk dapat meningkatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sehingga dalam hal ini pemerintah perlu mengendalikan jumlah penduduk dengan progam yang dapat mengatasi masalah tersebut. Meningkatnya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dapat menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sehingga diharapkan pemerintah membuat kebijakan upah minimum berdasarkan kondisi perekonomian. Meningkatnya inflasi dapat mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sehingga pemerintah perlu mengendalikan inflasi agar tetap terjaga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Unemployment is the number of labor force members who do not have a job but are actively looking for work or are preparing for a new job or are not actively looking for work because they already have a job but have not started working. Unemployment is measured using the Open Unemployment Rate (TPT). The Barlingmascakeb region tends to have a higher average annual Open Unemployment Rate than the Central Java Open Unemployment Rate. This can have an impact on economic and social problems. This study aims to analyze the influence of population, district/city minimum wage (UMK), inflation and literacy rate on the open unemployment rate (TPT) in the Barlingmascakeb region. This type of research is quantitative research using secondary data, namely data on population variables, District / City Minimum Wage (UMK), inflation and literacy rate, Open Unemployment Rate (TPT) on an annual basis from 2007 - 2022 and in five districts namely the Barlingmascakeb Region (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen). The research method used is panel data regression analysis. The results showed that the population variable has a positive and significant effect on TPT, the MSE variable has a negative and significant effect on TPT, the inflation variable has a negative and significant effect on TPT and the literacy rate has no effect on TPT. The implication of the results of this study is that an increase in population can increase the Open Unemployment Rate (TPT), so in this case the government needs to control the population with programs that can overcome this problem. The increase in the Regency/City Minimum Wage (UMK) can reduce the Open Unemployment Rate (TPT), so it is expected that the government makes a minimum wage policy based on economic conditions. Increasing inflation can reduce the Open Unemployment Rate (TPT) so the government needs to control inflation to keep it under control.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save