Home
Login.
Artikelilmiahs
43962
Update
ASTHI NUR SULISTYOWATI
NIM
Judul Artikel
Aplikasi Rhizobakteria dalam Media Pembawa Berbeda untuk Menurunkan Kadar Seng (Zn) pada Limbah Cair Batik
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri batik kian tahun terus mengalami peningkatan, selaras dengan peningkatan limbah hasil industri batik. Salah satu sumber pencemaran limbah batik adalah pewarna sintetis yang mengandung logam berat. Seng merupakan salah satu logam berat yang terdapat dalam limbah cair batik. Jumlah seng yang melebihi ambang batas dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan penyakit apabila terkonsumsi oleh organisme. Bioremediasi menggunakan organisme terpilih mampu menurunkan kadar logam seng (Zn) pada limbah cair batik. Rhizobakteria merupakan kelompok bakteri yang ditemukan pada akar tanaman diketahui dapat dijadikan sebagai agen bioremediasi. Rhizobakteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, dan Staphylococcus sp. Rb12 yang diisolasi dari rhizosfer tanaman yang tumbuh di daerah pasir besi diketahui mampu menurunkan kadar Zn secara in vitro. Media pembawa diperlukan untuk menjaga aktivitas metabolisme rhizobakteria saat aplikasi di lapangan. Media pembawa yang digunakan adalah serbuk gergaji dan ampas tahu. Pemilihan media pembawa karena mudah dijumpai, ketersediaan melimpah, murah, dan kandungan nutrisi yang mendukung pertumbuhan rhizobakteria. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan media pembawa dengan perkembangan populasi tertinggi terhadap rhizobakteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, dan Staphylococcus sp. Rb12 dan mengetahui efektivitas media pembawa yang mengandung rhizobakteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, dan Staphylococcus sp. Rb12 dalam menurunkan kadar seng (Zn) pada limbah cair batik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Split Plot Design. Variabel bebas dalam penelitian adalah rhizobakteria dan media pembawa, sedangkan variabel terikat adalah perkembangan populasi rhizobakteria dalam media pembawa dan kemampuan rhizobakteria pada media pembawa dalam menurunkan kadar seng (Zn) limbah cair batik. Parameter utama adalah jumlah bakteri yang hidup dalam media pembawa dan konsentrasi Zn dalam limbah cair batik sebelum dan sesudah dikontakkan rhizobakteria dengan media pembawa, sedangkan parameter pendukungnya adalah pH. Data konsentrasi Zn dianalisis menggunakan uji varian (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95% untuk menentukan media pembawa yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi dan Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembawa terbaik dengan perkembangan populasi tertinggi untuk rhizobakteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, dan Staphylococcus sp. Rb12, adalah serbuk gergaji. Isolat Lactobacillus sp. dan Staphylococcus sp. pada media pembawa serbuk gergaji memiliki jumlah sel terbanyak yaitu 2,4x108 CFU/mL, sedangkan isolat Pseudomonas sp. Rb6 pada media pembawa ampas tahu memiliki jumlah sel terbanyak yaitu 3,1x108 CFU/mL. Perlakuan Rb6C2 (Pseudomonas sp. pada media pembawa serbuk gergaji) menghasilkan degradasi Zn tertinggi sebesar 47,99%, sedangkan perlakuan lainnya mampu mendegradasi Zn berkisar antara 26,63%-34,69%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The batik industry continues to increase every year, in line with the increase in waste produced by the batik industry. One source of batik waste pollution is synthetic dyes that contain heavy metals. Zinc is one of the heavy metals found in batik liquid waste. Amounts of zinc that exceed the threshold can pollute the environment and cause disease if consumed by organisms. Bioremediation using selected organisms is able to reduce zinc (Zn) levels in batik liquid waste. Rhizobacteria are a group of bacteria found on plant roots that are known to be used as bioremediation agents. Rhizobacteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, and Staphylococcus sp. Rb12 isolated from the rhizosphere of plants growing in iron sand areas is known to be able to reduce Zn levels in vitro. Carrier media is needed to maintain the metabolic activity of rhizobacteria when applied in the field. The carrier media used were sawdust and tofu dregs. The carrier media was chosen because it is easy to find, abundantly available, cheap, and contains nutrients that support the growth of rhizobacteria. The research aims to obtain a carrier medium with the highest population growth for rhizobacteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, and Staphylococcus sp. Rb12 and determine the effectiveness of carrier media containing rhizobacteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, and Staphylococcus sp. Rb12 in reducing zinc (Zn) levels in batik liquid waste. This research was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with Split Plot Design. The independent variables in the research were rhizobacteria and the carrier media, while the dependent variable was the development of the rhizobacteria population in the carrier media and the ability of the rhizobacteria in the carrier media to reduce the zinc (Zn) levels of batik liquid waste. The main parameters are the number of bacteria that live in the carrier medium and the Zn concentration in batik liquid waste before and after contact with the rhizobacteria with the carrier medium, while the supporting parameter is pH. Zn concentration data were analyzed using the variance test (ANOVA) with a 95% confidence level and followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a 95% confidence level to determine the best carrier medium. Research was carried out at the Microbiology Laboratory, Faculty of Biology and Research Laboratory, Jenderal Soedirman University. The results showed that the best carrier media with the highest population development for the rhizobacteria Pseudomonas sp. Rb6, Lactobacillus sp. Rb7, and Staphylococcus sp. Rb12, is sawdust. Isolate Lactobacillus sp. and Staphylococcus sp. sawdust carrier media had the highest number of cells, namely 2.4x108 CFU/mL, while the isolate Pseudomonas sp. Rb6 in the tofu dregs carrier medium had the highest number of cells, namely 3.1x108 CFU/mL. The Rb6C2 (Pseudomonas sp. on sawdust carrier media) treatment resulted in the highest Zn degradation of 47.99%, while other treatments were able to degrade Zn ranging from 26.63% - 34.69%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save