Home
Login.
Artikelilmiahs
43912
Update
FITRI NUR AZIZAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENGGUNAAN COMPLETE RUMEN MODIFIER DAN INDEKS SINKRONISASI PROTEIN ENERGI TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN SERAT KASAR PAKAN DOMBA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi penggunaan antara Complete Rumen Modifier (CRM) dan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan eksperimen yaitu Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 2x2 dengan menggunakan bobot badan domba awal penelitian sebagai kelompok dan dibagai menjadi 5 kelompok yang merupakan ulangan dengan empat perlakuan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1: Pakan tanpa penggunaan CRM dan disusun berdasarkan ISPE 0.6, P2: Pakan dengan penggunaan 1% CRM dari BK pakan dan disusun berdasarkan ISPE 0.6, P3: Pakan tanpa penggunaan CRM dan disusun berdasarkan ISPE 0.7, dan P4: Pakan dengan penggunaan 1% CRM dari BK pakan dan disusun berdasarkan ISPE 0.7. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik terjadi pada pakan yang tidak menggunakan CRM dan disusun berdasarkan ISPE 0.6. Perlakuan tersebut memiliki tingkat konsumsi sebesar 221.51 ± 5.55 g/ekor/hari, tertinggi jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selain itu, memiliki nilai kecernaan sebesar 86.02 ± 0.68%, tertinggi diantara semua perlakuan yang dibandingkan. Perlakuan terbaik yaitu pakan tanpa penambahan CRM dan disusun berdasarkan ISPE 0.6 jika ditinjau dari konsumsi dan kecernaan serat kasar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research examined the interaction effect between using Complete Rumen Modifier (CRM) and the Protein-Energy Synchronization (PES) Index on the consumption and digestibility of crude fiber in sheep’s feed. The research was conducted using an experimental approach, specifically a Randomized Block Design 2x2 factorial pattern using the sheep’s body weight in the early research as groups and divided into 5 groups which acted as replications with four treatments. The treatments were P1: Feed without the use of CRM and arranged based on PES Index 0.6, P2: Feed with the use of 1% CRM and arranged based on PES Index 0.6, P3: Feed without the use of CRM and arranged based on PES Index 0.7, and P4: Feed with the use of 1% CRM and arranged based on PES Index 0.7. The obtained data were analyzed using analysis of variance and then followed by Duncan's Multiple Range Test for further analysis. Based on the research findings, the best treatment for the feed, which did not involve using CRM with an index of 0.6, was found to have the highest crude fiber consumption and digestibility. This treatment had a consumption rate of 221.51 ± 5.55 g/a/day, the highest than any other treatment. Moreover, it had a digestibility value of 86.02 ± 0.68%, the highest among all the compared treatments. In conclusion, the best treatment is feed without the use of CRM and arranged based on PES Index 0.6 if viewed from the consumption and digestibility of crude fiber.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save