Home
Login.
Artikelilmiahs
43841
Update
MOHAMMAD REIHAN NAZHIRI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU DI KECAMATAN KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Kebasen merupakan salah satu kecamatan penghasil tembakau di Kabupaten Banyumas. Kendala yang dihadapi petani tembakau di Kecamatan Kebasen adalah berupa harga tembakau yang fluktuatif dan produktivitas yang rendah. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk: (1) Mengetahui pendapatan usahatani tembakau tembakau di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas (2) Mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani tembakau meliputi: tingkat pendidikan, usia petani, pengalaman bertani, luas lahan, upah tenaga kerja, dan biaya sarana produksi di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah Total Sampling untuk penentuan sampel petani dengan mendapatkan 34 petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan bahwa daerah penelitian merupakan salah satu lokasi penghasil tembakau. Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan data primer meliputi pengamatan dan wawancara serta data data sekunder meliputi studi kepustakaan, jurnal, buku dan arsip data lembaga terkait dengan penelitian ini. Metode analisis yang digunakan fungsi produksi Cobb Douglass UOP (Unit Output Price) untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani tembakau dan analisis usahatani untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan. Berdasarkan hasil dari analisis usahatani antara lain: (1) Pendapatan rata-rata luas lahan per 800 m2 usahatani tembakau di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas adalah sebesar Rp1.908.529 dan pendapatan rata-rata luas lahan per 1 hektar sebesar Rp24.856.612. (2) Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani tembakau di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas adalah tingkat pendidikan, usia petani, pengalaman bertani, luas lahan, dan upah tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya tingkat pendidikan, usia petani, pengalaman bertani, luas lahan, dan upah tenaga kerja berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan usahatani tembakau, sedangkan harga bibit, harga pupuk, dan harga pestisida tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani tembakau.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kebasen District is one of the tobacco producing sub-districts in Banyumas Regency. The obstacles faced by tobacco farmers in Kebasen District are fluctuating tobacco prices and low productivity. The objectives of this research include: (1) Knowing the income of tobacco tobacco farming in Kebasen District, Banyumas Regency (2) Knowing the socio-economic factors that influence tobacco farming income including: level of education, age of farmers, farming experience, land area, labor wages, and production facility costs in Kebasen District, Banyumas Regency. The research method used for sampling was Total Sampling for determining farmer samples by obtaining 34 farmers. This research was carried out in Cindaga Village, Kebasen District, Banyumas Regency. The choice of location was carried out purposively considering that the location was one of the tobacco producing locations. Data collection was carried out in two ways, namely using primary data including observations and interviews as well as secondary data data including literature studies, journals, books and archives of institutional data related to this research. The analysis method used by the Cobb Douglass UOP (Unit Output Price) production function to analyze production factors that have a real influence on tobacco farmers' income and farm analysis to determine costs, revenues and income. Based on the results of the farming analysis, among others: (1) The average income per 800 m2 of tobacco farming in Cindaga Village, Kebasen District, Banyumas Regency is IDR 1.908.529 and the average income per 1 hectare is IDR 24.856.612. (2) Factors that significantly influence tobacco farming income in Cindaga Village, Kebasen District, Banyumas Regency are education level, farmer age, farming experience, land area and labor wages. This shows that the high and low level of education, age of farmers, farming experience, land area and labor wages influence the high and low income of tobacco farming, while seed prices, fertilizer prices and pesticide prices do not significantly affect tobacco farming income.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save