Home
Login.
Artikelilmiahs
43714
Update
FATYA NABILA
NIM
Judul Artikel
Insidensi dan Mortalitas Cedera Otak Traumatik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2021-2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cedera otak traumatik merupakan salah satu masalah kesehatan dan sosioekonomi yang serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Persentase kasus cedera otak traumatik di Indonesia mencapai 11,9%. Derajat keparahan cedera otak traumatik dinilai berdasarkan Glassgow Coma Scale (GCS) dan diklasifikasikan menjadi derajat ringan, sedang, dan berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi dan mortalitas cedera otak traumatik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2021-2022. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif menggunakan data sekunder dengan teknik total sampling dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi persentase dan frekuensi. Jumlah sampel yang didapat adalah 624 pasien. Kasus terbanyak yaitu pada pasien berjenis kelamin laki-laki (70,35%), rentang usia 18-35 tahun (32,53%), tingkat pendidikan Sekolah Dasar (41,83%), dengan derajat keparahan ringan (63,94%), berdiagnosis kontusio serebri (40,87%), tidak dilakukan operasi (70,19%), dan outcome pasien tidak meninggal dunia atau membaik (92,31%). Persentase mortalitas atau pasien yang meninggal dunia yaitu sebesar 7,69%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Traumatic brain injury is a serious health and socioeconomic problem worldwide, including Indonesia. The percentage of traumatic brain injury cases in Indonesia reached 11.9%. The severity of traumatic brain injury is assessed based on the Glassgow Coma Scale (GCS) and classified into mild, moderate and severe degrees. This study aims to determine the incidence and mortality of traumatic brain injury at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital in 2021-2022. This research method is descriptive observational research uses secondary data with total sampling techniques and is presented in the form of percentage and frequency distribution tables. The number of samples obtained was 624 patients. The majority of cases were male patients (70.35%), age range 18-35 years (32.53%), elementary school education level (41.83%), with mild severity (63.94%), diagnosed with cerebral contusion (40.87%), no surgery (70.19%), and patient outcome did not die or improved (92.31%). The percentage of mortality or patients who died was 7.69%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save