Home
Login.
Artikelilmiahs
43712
Update
LISNAWATI
NIM
Judul Artikel
Ritual Pendisiplinan Siswa di SMA dalam Penegakan Tata Tertib Sekolah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Berbagai kasus pelanggaran tata tertib sekolah menunjukkan bahwa salah satu penyebabnya adalah karena siswa kurang memahami isi tata tertib. Selama ini siswa cenderung tidak terlibat dalam perumusan tata tertib dan hanya menjadi pihak pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterlibatan siswa dalam penegakan tata tertib sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif (field research) di salah satu SMA di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pendisiplinan siswa di sekolah tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar siswa berasal dari kelas bawah. Kelas bawah identik dengan tuntutan kehidupan yang keras sehingga membuatnya sulit untuk diatur. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sasaran penelitian ditentukan secara purposif, yaitu kepala sekolah, guru BK, dan siswa (ketua OSIS dan siswa yang sering melanggar tata tertib). Hasil studi menunjukkan bahwa guru melakukan serangkaian pendisiplinan dengan berkolaborasi bersama organisasi sekolah seperti OSIS, MPK, dan aktivis organisasi lainnya dalam proses perumusan tata tertib melalui forum bersama, sosialisasi tata tertib secara luring dan daring, pengawasan siswa saat keberangkatan dan razia, dan penilaian kedisiplinan siswa yang bersifat individu maupun kolektif (kelas). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pihak sekolah telah memberikan ruang terbuka bagi siswa untuk terlibat dalam mekanisme pendisiplinan dari perumusan hingga implementasi tata tertib sekolah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Various cases of violations of school rules show that one of the reasons is because students do not understand the contents of the rules. During this time students tend not to be involved in the formulation of the rules and only become the executor. This study aims to examine student involvement in enforcing school rules. This research was conducted using qualitative methods (field research) in a high school in Banyumas Regency, Central Java. Disciplining students at the school is a challenge in itself because most of the students come from the lower classes. The lower class is synonymous with harsh life demands that make it difficult to manage. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The research targets were determined purposively, namely school principals, counseling teachers, and students (OSIS chairmen and students who often violate the rules). The results of the study show that teachers carry out a series of disciplines by collaborating with school organizations such as OSIS, MPK, and other organizational activists in the process of formulating rules through joint forums, dissemination of rules offline and online, supervising students during departures and raids, and assessing student discipline individual or collective (class). Based on this, it can be concluded that the school has provided an open space for students to be involved in disciplinary mechanisms from the formulation to the implementation of school rules
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save