Home
Login.
Artikelilmiahs
43694
Update
DWIKI SAFRIL DARMANSYAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS USAHATANI TANAMAN KUNYIT DI KECAMATAN KEDUNG BANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pertanian adalah hasil dari adaptasi budaya manusia terhadap kompleksitas tantangan bertahan hidup, khususnya dalam mengatasi penipisan sumber komoditas pangan di alam. Di Indonesia, sektor pertanian dianggap sebagai elemen kunci dalam pembangunan ekonomi, menjadi pilar utama perekonomian nasional (Salahuddin et al., 2021).Penelitian ini fokus pada analisis efisiensi dan pendapatan usahatani tanaman kunyit di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian melibatkan instrumen survei dan analisis data kuantitatif menggunakan model fungsi Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pupuk, bibit, luas lahan, dan tenaga kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi kunyit. Meskipun tingkat pendapatan tinggi, efisiensi penggunaan faktor produksi perlu ditingkatkan agar lebih efisien. Hasil Analisis di Kecamatan Kedungbanten menjelaskan bahwa budidaya kunyit memiliki potensi keuntungan yang tinggi, namun masih memerlukan peningkatan efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi. Para petani perlu meningkatkan keterampilan, mendapatkan penyuluhan, dan menerapkan praktik budidaya yang lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya terhadap pendapatan petani, tetapi juga terhadap ekonomi lokal secara keseluruhan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agriculture is the result of human cultural adaptation to the complexity of survival challenges, especially in overcoming the depletion of food commodity sources in nature. In Indonesia, the agricultural sector is considered a key element in economic development, becoming the main pillar of the national economy (Salahuddin et al., 2021).This research focuses on analyzing the efficiency and income of turmeric farming in Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The research method involved survey instruments and quantitative data analysis using the Cobb-Douglas function model. The results of the analysis showed that the variables of fertilizer, seeds, land area, and labor had a significant influence on turmeric production. Despite the high level of income, the efficiency of the use of production factors needs to be improved to be more efficient.In the context of Kedungbanteng Subdistrict, turmeric cultivation offers highX profit potential, but still requires improvement in technical, allocative, and economic efficiency. Farmers need to improve their skills, receive extension services, and implement more efficient cultivation practices to increase productivity. These measures are expected to contribute positively not only to farmers' income, but also to the local economy as a whole.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save