Home
Login.
Artikelilmiahs
43688
Update
SHAFANDRA PRAMUDHIA SUMADI
NIM
Judul Artikel
Aksesibilitas Pemilih Disabilitas dalam Pemilu 2024 Di Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas tentang aksesibilitas kaum disabilitas dalam Pemilu. Secara spesifik menjelaskan lebih dalam mengenai pemenuhan akses pemilih disabilitas dalam pemilu 2024 di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini berargumen bahwa strategi dan pelaksanaan sosialisasi pemilih disabilitas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kabupaten Banjarnegara kurang maksimal dan masif, sehingga muncul permasalahan berkaitan dengan tidak terpenuhinya aksesibilitas & pemenuhan hak politik penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus dengan metode kualitatif. Temuan dari riset ini adalah pertama, kurangnya sosialisasi pemilu serentak kepada kaum disabilitas, tentang pemenuhan kebutuhan akses dan hak politik. Kedua, KPU Kabupaten Banjarnegara tidak mengikutsertakan kaum disabilitas secara menyeluruh dalam sosialisasi pemilu 2024. Ketiga, terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan lokasi, metode, anggaran sosialisasi, dan kurangnya dukungan dari pihak keluarga penyandang disabilitas itu sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research discusses about the accessibility of people with disabilities in elections. Specifically explain further regarding providing access for voters with disabilities in the 2024 elections in Banjarnegara Regency. This research argues that the strategy and implementation of socialization for voters with disabilities by the General Election Commission (KPU) in Banjarnegara Regency is less than optimal and massive, so that problems arise related to the lack of accessibility & provision of political rights for people with disabilities. This research uses case study research with qualitative methods. The findings from this research are first, the lack of socialization about simultaneous elections to people with disabilities, regarding the fulfillment of access needs and political rights. Second, the Banjarnegara Regency KPU did not include disability groups as a whole in the 2024 election outreach. Third, there were several obstacles such as limited location, methods, budget for outreach, and lack of support from the families of people with disabilities themselves.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save