Home
Login.
Artikelilmiahs
43481
Update
MUHAMMAD SULTHON ALAMSYAH
NIM
Judul Artikel
Efektivitas Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Di Kabupaten Banyumas Tahun 2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Efektivitas Pelaksanaan Program Hibah Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kabupaten Banyumas Tahun 2022. Sejak tahun 2014, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melaksanakan sebuah program hibah air minum perkotaan. Program ini merupakan langkah inovatif untuk mengatasi masalah dalam penyediaan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terutama karena biaya investasi yang tinggi dalam membangun jaringan perpipaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Program Hibah Air Minum Perkotaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Perumda Air Minum Tirta Satria Kabupaten Banyumas Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan interview, menganalisa data-data proposal, laporan pelaksanaan serta hasil monitoring Pelaksanaan Program. Data juga di peroleh lewat Aplikasi yang tersedia, serta Laporan Analisa Lapangan yang dilakukan oleh tim teknis Perumda Air Minum Tirta Satria. Validitas didasarkan pada triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Hibah Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Kabupaten Banyumas tahun 2022 sudah efektif. Berdasarkan data ketercapaian Target Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan MBR tahun 2022 telah mencapai seribu dua puluh delapan dari seribu MBR yang telah ditargetkan. Dalam pelaksanaan program hibah air minum telah mencapai sembilan puluh satu koma empat persen dan ketidaktercapaian hanya delapan koma enam persen tidak melebihi sepuluh persen dari margin error yang ditetapkan pemerintah. Bagi Penerima Manfaat Hibah Air Minum mendapatkan keringanan biaya pemasangan yang murah, tidak ada kendala aliran air, dan merasa sangat terbantu sebagai sumber utama ketersediaan air bersih. Ketidaktercapaian delapan koma enam persen disebabkan karena ada kendala yang tidak dapat diatasi seperti Calon penerima tidak memenuhi persyaratan teknis (ruko/kios), Calon penerima membatalkan keikutsertaan dalam program MBR, Calon penerima sudah terpasang ke jaringan PDAM dan Calon Penerima alamat tidak valid.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is entitled Effectiveness of Implementing the Drinking Water Grant Program for Low-Income Communities in Banyumas Regency in 2022. Since 2014, the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) has implemented an urban drinking water grant program. This program is an innovative step to overcome the problem of providing clean water for Low Income Communities (MBR), especially due to the high investment costs in building pipe networks. The aim of this research is to determine the effectiveness of the Drinking Water Grant Program for Low Income Communities at Perumda Air Minum Tirta Satria, Banyumas Regency in 2022. This research uses descriptive qualitative research methods with data collection techniques using interviews, analyzing proposal data, implementation reports and monitoring results. Program Implementation. Data is also obtained via the available application, as well as a Field Analysis Report carried out by the Tirta Satria Drinking Water Perumda technical team. Validity is based on triangulation. The results showed that the Drinking Water Grant Program for Low-Income Communities in Banyumas Regency in 2022 was effective. Based on data on the achievement of the MBR Urban Drinking Water Grant Program Implementation Target in 2022, it has reached one thousand twenty-eight of the one thousand MBR that have been targeted. In the implementation of the drinking water grant program, it has reached ninety-one point four percent and the non-achievement is only eight point four percent, not exceeding ten percent of the margin of error set by the government. Beneficiaries of Drinking Water Grants get relief from low installation costs, no water flow problems, and feel very helped as the main source of clean water availability. The non-achievement of eight point six percent was due to insurmountable obstacles such as prospective recipients not meeting technical requirements (shophouses/kiosks), prospective recipients canceling participation in the MBR program, prospective recipients already installed into the PDAM network and prospective recipients with invalid addresses.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save